Showing posts with label Testimony. Show all posts
Showing posts with label Testimony. Show all posts

Wednesday, January 12, 2011

Repeated

Hari ini di sekolah, terjadi hal-hal yang ga banget.. Hal-hal yang sebenarnya lucu, namun karena diulangi terus-terusan menjadi sangat membosankan.. Namun, hal ini mengingatkanku akan sesuatu..

Sesuatu yang terulang terus-menerus akan meninggalkan suatu bekas..

Di sekolah sedang trend dengan lagu dari grup vokal baru yaitu sm*sh.. Bila ditanya judul lagunya, *jujur saja* saya tidak tahu.. Yang saya ingat ada kalimat seperti ini " you know me so well.. bla bla bla bla..". Bait ini begitu menyantel di salah satu ruang dalam otak ku, karena terlalu sering diulang-ulang oleh para guru maupun murid yang ada.. *ohhh, sungguh mengganggu.. >,<>Saat perjalanan pulang dari sekolah, saat ingin bernyanyi, secara otomatis otakku memutarkan lagu ini.. Kugelengkan kepalaku dengan kencang.. Namun sesaat kemudian, aku disadarkan sesuatu.. Yap, sesuatu yang berulang-ulang akan sedikit memaksa kita untuk 'merekam' hal tersebut dalam otak kita.. Suka - tidak suka..

Setiap kita pasti pernah melihat jalan setapak yang biasa terletak di pegunungan, di area rerumputan dan lainnya.. Seharusnya jalan tersebut tidak ada, namun karena terlalu sering dilalui oleh pejalan kaki maupun sesuatu yang beroda, 'memunculkan' jalan di tempat yang sering dilalui.. Seperti halnya pikiran maupun kehidupan kita.. Kita melakukan hal ini dan itu, karena kita sudah biasa melakukannya.. Kebiasaan melakukan hal tersebut, muncul dari kebiasaan memikirkannya..

Berita baiknya adalah kita mampu merubah setiap kebiasaan buruk kita :) Dengan cara?? Menggantinya dengan kebiasaan yang baik.. Tidak mudah memang, namun seperti halnya jalan setapak di area rerumputan, tidak muncul begitu saja.. Memerlukan waktu yang cukup lama, bukan hanya sekali dilalui maka jalan setapak tersebut terbentuk.. Demikian pula halnya kebiasaan setiap kita, mampu dirubah dengan kebiasaan baik yang dilakukan berulang-ulang :) Sesuatu yang dilakukan berulang-ulang memang akan menyebabkan kebosanan, namun bukan berarti sesuatu yang berulang-ulang itu selalu buruk.. Demi sesuatu yang jauh lebih baik, kenapa tidak untuk melakukan sesuatu yang mungkin akan membosankan? ^^

Bahkan Alkitab-pun selalu mengulang-ngulang setiap apa yang tertulis di dalamnya.. Terbukti dari adanya kitab Ulangan.. Serta 4 kitab Injil yang isinya hampir serupa.. Setiap kita merupakan manusia yang rentan dari dosa, oleh karena itu, kita perlu untuk dingatkan.. Dan peringatan tersebut tidak dapat hanya dilakukan sekali, namun berkali-kali :) So, guys.. Berbetah-betah ria lah dengan segala sesuatu yang dilakukan berulang-ulang, seperti Saat teduh, berdoa dan lain-lain.. Jangan pula bosan dengan teguran maupun nasihat yang diberikan berulang-ulang.. Bila memang untuk kebaikkan setiap kita, ada baiknya diproses dan dilakukan :) Nites everyone.. ^^

Monday, September 6, 2010

What Am I Looking for?

Beberapa bulan yang berat dan sulit.. Cukup menguras air mata, tenaga bahkan hati.. Namun, ku sadar.. Melewati bulan-bulan yang sukar ini, Dia tak pernah meninggalkan ku.. Meski aku, dengan segala upaya sedang berusaha mengandalkan kekuatan ku.. Aku salut.. Aku bangga memiliki Nya di samping ku.. Yahh, tiada hal lain yang mampu menggantikanNya.. Seribu bahkan sejuta hal kulakukan *tanpa sadar* tuk menomor-duakan Nya.. Namun dengan sebanyak hal itu pula, IA membuktikan bahwa aku dinomor-satukan olehNya..
Sungguh kasih tanpa syarat.. Tiada kata lain dapat terukir selain ucapan syukur.. Seharusnya ada kata lain yang melebihi ucapan syukur ini.. Tapi tak ku temukan.. Hmmm..

Aku merasakan banyak perubahan yang kualami.. Aku menjadi lembut, atau bahkan terlalu lembut.. Hingga akhirnya menjadi pribadi yang sulit memutuskan bahkan cenderung tidak tegas saat keputusan itu diambil.. Huaah!! Kacau juga.. Hmm, kemarin aku mendapatkan teguran yang lembut.. Cukup lembut bagiku.. Yahh, Prioritas.. Apa yang saat ini sedang menjadi prioritasku.. Dan kala aku melihat dan meneliti ke belakang, kutemukan ternyata hubungan lah yang menjadi prioritasku.. Hubungan menjadi prioritas adalah hal yang baik, bila hubungan tersebut merupakan hubungan dengan Tuhan.. Namun ternyata bukan itu yang menjadi prioritas utama ku.. Aku sedang menjadikan orang-orang sekitar ku sebagai berhala ku.. Mengutamakan mereka, hingga sedikit mengabaikan kehadiranNya.. Bahkan bila bersama orang yang ku sayangi, mungkin sosokNya, seketika itu menjadi berbayang..

Oh, God.. How cruel i am? Sorry, Daddy.. Ku sadar, aku harus membenahi prioritas ku dalam membangun hubungan.. Yah, aku akan membenahinya hari ini :) But, before it, DAD.. I need a confirmation from You.. I cant take this decission without involve You. So, help me Lord.. Need Ur Wisdom.. Ur Grace.. Ur Love.. And the most is i need YOU!! I raise my hands up to You, to show that i really surrender, Lord.. From now on, i know.. I just need to find You.. Have eyes that just fell on You.. Keep focus on You, DAD ^^

Tuesday, April 6, 2010

Selalu Ada Hal yang Dapat Dipelajari

02 April 2010 (The Good Friday atau biasa kita sebut Jumat Agung) adalah hari yang mengajarkanku mengenai banyak hal..Mengawali hari dengan bangun pagi dan bersyukur pada Allah, atas kasihNya yang begitu sempurna bagi kehidupanku.. Melakukan aktifitas seperti biasanya yaitu bekerja.. Setelah bekerja, aku menghadiri perayaan Jumat Agung di daerah Slipi.. Dan hal ini barulah dimulai..


Pulang dari perayaan Jumat Agung, aku mengendarai mobil ku. Terdapat 5 teman dalam mobil yang menemani ku. Kami berencana, sesampainya kami di daerah tinggal kami, kami akan pergi makan. Berbincang-bincang, bercanda ria di dalam mobil. Namun, seketika tawa riang itu terhenti. Mobil yang berasa di depan mobil ku berhenti mendadak (rem mendadak). Memaksa ku untuk menginjak rem juga. Bersyukur jarak antara mobil ku dan mobil depan tidak begitu dekat, sehingga tidak terjadi tabrakan. Namun, selang beberapa detik saja terdengar bunyi “Brak!!” yang mengenai badan mobil ku. Ternyata ada motor yang menabrak bagian belakang mobil ku. Dua orang wanita terjatuh dan yang mengendarai motor pingsan. Hal ini mengharuskanku untuk membawa mereka ke rumah sakit terdekat. Aku pribadi tidak merasa bersalah atas kejadian ini, karena rem mendadak yang ku lakukan tidak dengan sekali menginjak pedal rem, aku masih perlahan-lahan melakukannya, disamping itu jarak antara mobil ku dan mobil depan tidak terlalu dekat oleh karena itu aku tidak menabrak mobil depan tersebut. Orang2 sekitar yang melihat kejadian tersebut dengan jelas mengatakan bahwa aku tidak bersalah. Sedikit kelegaan.


Sesampainya di rumah sakit terdekat, wanita yang mengendari motor tersebut masuk ruang UGD. Wanita yang jadi penumpang hanya luka ringan saja dan belakangan diketahui bahwa ia adalah kakak dari pengendara motor tersebut. Aku bersama teman-teman pun menunggu kedatangan keluarga mereka. Meski saat itu hati kecil ku berbicara dengan sangat jelas untuk segera meninggalkan rumah sakit tersebut setelah aku melihat dengan jelas bahwa wanita tersebut telah sadar. Tapi aku tidak mengindahkan suara itu, aku menunggu hingga 2 pria datang menjenguk mereka. Ketidaktaatan ku mendatang kan malapetaka bagiku.

Ada harga yang sangat mahal untuk membayar sebuah ketidaktaatan.

Singkat cerita, mereka memaksaku untuk ‘bertanggung jawab’. Awalnya, hanya dengan membiayai biaya rumah sakit 50-50 saja. Namun makin lama aku menanti disana, aku semakin ditekan dan makin berat beban yang diberikan mereka. Ham,pir terjadi pertengkaran yang dipicu dari emosi pihak mereka. Yang jelas, pada akhirnya aku harus membayar hampir 100% biaya rumah sakit. Kesal, marah, dan segala macam perasaan berkecamuk dalam benak dan hati ku. Pikiran “sudah bagus ditolong” pun mulai mengintip dalam benak ku. Karena hari sudah larut (pukul 11 malam), aku pun mengiyakannya dan aku bersama teman2 ku beranjak pulang.


Setiba di tempat parkir, betapa terkejutnya aku. Mobil ku di baret dengan kunci (kurasa). Bukan satu bagian tapi 4 bagian. Marah rasanya! Ingin aku kembali ke dalam dan mengusut tuntas semuanya. Jika saja aku masuk dan mengusut lagi, masalah ini tidak akan pernah selesai, itu pikir ku. Ku urungkan niat ku dan beranjak pulang. Sungguh tidak tenang hati dan pikiran ini. Benar2 membuat ku ingin menangis dan teriak sekencang-kencangnya!! Huuuffftttt!!


Diperjalanan pulang, seorang temanku mengungkapkan dengan bercanda, “Salahnya kenal Tuhan sih”. Ucapan ini tertanam dalam benak ku. Setinba di rumah, aku masuk ke kamar dan kurebahkan diri ku di kasur. Tiada air mata yang keluar, hanya kesesakan yang tersisa. Diikuti pikiran, “Apa yang harus ku katakan pada papa ku?”. Dimulai dari awal kejadian hingga di parkiran, berkecamuk menjadi satu. Kesesakan ini semakin menjadi dan kupaksakan diriku untuk berdoa (berbincang pada Bapa). Ku tumpahkan semua rasa itu di kakiNya. Tak kuasa pikiran dan hati ini, kenapa ada orang seperti itu, kenapa aku yang mengalami, dan kenapa ‘aku mengenal Tuhan’. Banyak yang ‘berterbangan’ dalam pikiran ku. Hingga beberapa saat kemudian, sebuah lagu terdengar dan membuat ku diam terpaku. The GOD I Know, by City Harvest Church (Lagu belum bisa di post. tak bisa menggunakan imeem @.@)


Kini kata demi kata dalam lagu ini yang memenuhi pikiran dan hati yang tidak tenang ini. Pertanyaan baru mulai muncul, “Apa maksudnya dari semua ini?”. Hingga akhirnya, Bapa memberi pencerahan.

Nak, kamu bertanya bukan, mengenai kenapa? Kenapa kamu mengenalku? Kenapa kamu yang mengalami? Inilah jawabannya. Bapa yang kamu kenal adalah Bapa kebenaran, Kudus, Setia, dan lainnya. Itulah Aku, Bapa yang kamu kenal! Karena kebenaran, kekudusan dan kesetiaan Ku, Aku mengijinkan semuanya terjadi. Ingin kunyatakan diriKu dalam hidupmu. Bukan sebagai Bapa yang Luar Biasa menurut orang lain, tapi sebagai Bapa yang Luar Biasa yang KAMU KENAL!

Sedikit kurang mengerti dengan jalan pikiran Bapa ku. Namun, kurasakan kedamaian itu mulai menyelinap dalam hati dan pikiran ini. Yah, Bapa yang kukenal tidak akan memanjakan anakNya. Bapa yang ku kenal ingin menyatakan diriNya lewat setiap kejadian dalam hidup anakNya. Dan Bapa yang ku kenal tidak akan pernah sekalipun membiarkan aku merasakan serta mengalami ‘kesepian’dalam ‘lembah kelam’ ini.


Kini ku mengerti semua ini. Dan ketenangan ku rasakan, sangat damai. Aku pun mulai berdoa. Bersyukur atas kejadian yang menimpa ku, dan aku juga berdoa agar berkat Bapa tercurah bagi mereka, berharap yang terbaik bagi mereka. Bersyukur atas apa? (Mungkin) banyak orang bingung. Yah.. Aku bersyukur, bukan aku yang mengendari motor tersebut. Aku bersyukur, wanita yang kecelakaan itu tidak sampai mengalami luka parah. Aku bersyukur, bukan aku yang bertindak tidak adil. Banyak hal yang bisa ku syukuri. Terlebih dari semua ini, aku bersyukur! Sangat bersyukur, memiliki keluarga yang menemani ku dengan setia. (Thx DAD, i have U!! Thx DAD, i have Yemima n Muchtar!! Thx DAD, i have my family, Dynamic Youth Community!! Thx alot DADDY!!)


Berdoa, berdoa dan berdoa. Saat itu tiba2 muncul suara, “Sms mereka”. Aku terkejut! Dan berkata “Untuk apa lagi? Bagus tidak ku usut tuntas”. “Ucapkan terima kasih dan lepaskan pengampuanan”. Aku berontak saat itu, “DAD! Sudah seperti ini, masih mau aku sms mereka? Arrggghhhh!! NO!! It’s a BIG NO!!”. Dengan lembut, “Ampunilah mereka”. Hati ku masih keras diikuti dengan kertakan gigi bukti pemberontakan ku. Saat itu, benak ku ‘berlari’.

Ada Seorang yang kulukai, kuludahi, kuabaikan dan kuhina. Namun setelah semua yang kulakukan, perlahan IA mendekat dan memelukku serta berbisik, “I still loves u, girl! (Aku tetap mengasihimu, Nak!)”

Aku tersungkur di hadapanNya dan menangis! Betapa rendahnya aku, yang sudah diampuni namun tidak mau mengampuni. Aku memohon ampun dan setelah itu ku raih handphone ku dan ku ketik :

“Mas, terima kasih atas hari ini banyak pengalaman berharga. Dan saya juga ucapkan banyak terima kasih atas baretan di mobil. Sampaikan salam saya pada mba ***** (si pengendara motor, red) semoga cepat sembuh dan tidak terjadi sesuatu yang cukup serius. Tuhan memberkati :)”

Tinggal ku kirim, tapi jujur saja masih berat ku lakukan. Setelah pergumulan yang panjang, aku pun memutuskan untuk mengirimnya. Kelegaan itu turun menghujani hati ku yang kering. Hhhhh.. Lega.. Sangat legaaaa!! Aku pun tersenyum. Penyesalan pasti ada, namun aku diingatkan. Penyesalan yang ku rasakan hanya akan menambahkan luka ku tambah dalam dan lebih dalam lagi. Namun, melepaskan pengampunan, akan memberikan obat pada luka tersebut. ^^


Yah, bagian ini selesai. Namun belum bagian lainnya. Hooooo. Bagaimana dengan papa-mama ku saat mengetahui hal ini? Wow!! Aku bingung dan ku putuskan menyudahi pikiran itu dahulu, karena saatnya untuk tidur.

Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari.. - Matius 6:33 -

(Papa-mama, mungkin nanti saja. Surrender all to U, DAD.. ^^)



Friday, March 12, 2010

It's a TRUST

Akhirnya, mampir lagi ke blog tercinta ini ^^ Setelah 2 bulan lebih lamanya tidak menulis.. Beberapa waktu lalu, aku disibukan oleh kegiatan skripsi ku, yang akhirnya telah selesai dan lulus dengan nilai yang cukup memuaskan.. Puji Tuhan untuk hal ini.. Hm, setelah beberapa waktu tidak menulis di blog, cukup membuat hasrat menulisku sedikit sirna.. Sempat terpikir untuk 'menutup' blog ini.. Namun, aku bersyukur memiliki sahabat yang luar biasa ^^ Sahabat ku ini menegur ku.. Ia kembali mengingatkan ku akan mimpi besar ku dalam hal menulis.. Bagai tertampar rasanya.. Aku pun mencoba untuk menulis lagi.. Lama tak menulis, membuatku agak kagok juga.. But, i'll keep doin' my best to reach my BIG dream ^^ SEMANGAT.. Hehehe..

Yah, memiliki kemampuan dalam bidang menulis, aku percaya bukan kebetulan.. Ini hanyalah sebagian dari kepercayaan yang diberikan Bapa pada ku.. Saat kepercayaan ini tidak kugunakan dengan benar, pasti kemampuan ini perlahan akan terkikis dan menghilang.. Aku belajar lagi bahwa setiap kepercayaan yang diberikan pada kita merupakan hal yang harus kita pertanggungjawabkan..

Hmmm... Berbicara soal kepercayaan.. Tahun 2010 ini aku masuki dengan beragam mimpi yang luar biasa dan besar.. Sebelum memasuki tahun 2010, aku berdoa pada Tuhan agar di tahun 2010 ini segala bentuk pencapaian yang akan ku raih, bukan sekedar pencapaian yang biasa, melainkan dari setiap pencapaian yang ada, kapasitas dalam setiap kehidupanku pun diperbesar.. Saat ini bulan ke tiga tahun 2010 tengah berjalan.. Hingga hari ini banyak hal yang Tuhan percayakan pada ku.. Bahkan hal-hal yang tak pernah ku duga, itu dipercayakanNya pada ku.. Sungguh tak pernah terbayangkan sebelumnya..

Di pertengahan bulan Januari, merupakan waktu dimana pembesaran kapasitasku mulai dikerjakan oleh Allah.. Dimulai dari pelayanan, kuliah, keluarga dan banyak hal.. Namun disetiap proses pembesaran kapasitas ini, sering aku menemui pilihan-pilihan yang sulit.. Seperti halnya saat ini, aku sedang dihadapkan pada 2 pilihan lebih yang sama baiknya untuk masa depan ku.. Bahkan setiap pilihan yang kuhadapi ini 'menjanjikan' pembesaran kapasitas yang luar biasa untuk kehidupan ku..

Pada awalnya, aku hanya diperhadapkan pada dua pilihan.. Jakarta atau luar Jakarta.. Jakarta merupakan tempat dimana aku bertumbuh.. Bahkan terlebih dari semua itu, hal yang paling penting adalah Jakarta merupakan tempat keluarga rohani ku berada.. Sedangkan luar Jakarta? Tempat dimana papa ku berada, papa yang sangat ku kasihi.. Bagiku hal ini sangat memojokkan ku.. Dua bagian keluarga yang sama-sama kukasihi.. Namun, memaksa ku untuk memilih salah satu diantaranya.. Memilih Jakarta, itu artinya aku akan bekerja dan lain-lainnya disini.. Memilih luar Jakarta, aku akan hidup bersama papaku dan juga (mungkin) keluarga ku yang lainnya di sana.. Kehidupan keluarga utuh yang selama ini aku idam-idamkan.. What must i choose? Still dunno.. I'm confused!!

Belum selesai kebingungan ku yang satu ini.. Pilihan ku ditambah lagi.. Bila aku memilih Jakarta, aku dituntut oleh pemimpinku untuk membuat keputusan yang berkaitan dengan pelayanan dan juga kepemimpinanku.. Bila saja aku boleh untuk tidak memilih.. Tapi rasanya itu tidak mungkin.. Hampir saja aku melupakan setiap pilihan yang harus ku pilih ini.. Hingga kemarin pagi, aku diingatkan lagi oleh pemimpinku untuk memilih.. *Ohh, DAD!! Ingin rasanya aku berteriak.. Ingin rasanya menangis sejadi-jadinya!! Aku sungguh dan teramat bingung!!*

Pilihan ku dalam pelayanan dan kepemimpinan ku, dikatakan oleh pemimpinku adalah untuk kemajuan Youth tempat aku berada.. Yahh, aku sangat merindukan adanya pertumbuhan di sana.. Aku sangat ingin melihat perkembangan anak-anak ku.. Aku ingin melihat perbesaran kapasitas secara kuantitas maupun kualitas di Youth ku!! Aku sangat INGIN!! Tapi apakah aku harus memilih?? Aku tidak akan bingung untuk menentukan pilihan bila itu memang untuk pertumbuhan semata.. Namun dalam hal ini, apapun keputusan ku pasti akan merugikan sebagian pihak.. Bahkan mungkin ada yang kusakiti.. Aku tidak menginginkan hal ini T,T

Belum lagi kutentukan pilihan.. Aku pun diperhadapkan pada pilihan yang kesekian.. Kali ini luar Jakarta.. Hm, aku ingin sekali menjadi seorang trainer, seorang yang memperlengkapi orang lain.. Dan mimpi itu akan tercapai bilamana aku memilih untuk berada di luar Jakarta.. Kali ini bukan saja berada jauh dengan keluarga rohani ku, namun bahkan juga keluarga biologis ku.. Fiiuhhh, hari-hari yang sungguh melelahkan..

Bapa, mana yang harus ku pilih?? Deadline pilihan itu semakin mendekat (bulan Mei).. Aku takut memilih.. Bukan saja takut memilih.. Namun saat aku telah memilih, aku takut tidak bisa menjalaninya.. DAD!! Really need Ur Grace n Ur wisdom to face this!! Aku mengasihi setiap mereka yang terlibat secara langsung maupun tak langsung dalam setiap pilihan ku.. Sungguh aku mengasihi mereka.. Tapi harus kah ada yang kusakiti atau kukecewakan?? Haruskah, Bapa?? Namun, aku terlebih tidak ingin mengecewakanMu.. Aku tahu, aku percaya.. Ini semua adalah kepercayaan yang Kau berikan padaku.. Aku harus bertanggung jawab padanya.. N i will, DAD.. i'll do my best!! Hm, help me, Lord.. Aku percaya campur tangan Mu sungguh nyata dalam hidup ku ini.. Surrender all to U, Lord!!

Saat ini, satu ingin ku, Tuhan.. Seorang sahabat yang dapat ku ajak bertukar pikiran.. Rasanya beban ini begitu berat ku pikul.. Aku tahu aku memikulnya bersama Mu.. Seorang sahabat bukan untuk bersama memikul beban.. Hanya seorang sahabat untuk bertukar pikiran.. Akankah kutemukan sosok itu? Mampukan aku untuk menemukan orang yang tepat.. T,T

Hm, terlebih dari semua ini, aku sangat berterima kasih, Bapa.. Atas kepercayaan yang luar biasa ini.. Sungguh bersyukur aku masih dipercayakan hal-hal yang tak terduga ini.. Mampukan aku untuk mengetahui kehendakMu.. Sehingga aku tetap berada dalam jalanMu untuk memenuhi segala tujuan hidup yang Kau tetapkan bagiku.. Hidup bagiMu, itu ingin ku.. Love U, DAD!! Love U so much!! ^^


Monday, January 11, 2010

Jesus' The HEALER !!

7 Tahun lebih sedikit adalah umur ku, sejak pertama kali aku mengambil keputusan untuk menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadi serta satu2nya dalam hidupku.. Kehadiran Yesus dalam hati dan kehidupanku, banyak membawa hal-hal baru dalam hidupku.. Pertengahan tahun 2004, tahun kedua aku mengenal Yesus, aku lulus dari sekolah ku.. Libur 3 bulan (Mei-Juli 2004) aku gunakan untuk jalan2 ke dalam dan luar negeri.. Saat di Aceh, aku mengalami hal yang tak pernah kuduga sebelumnya.. Aku merupakan pengguna kacamata, namun lebih sering menggunakan ’softlens’.. Dari 3 SMP aku memakai ’softlens’ tidak menjamin mata ku tidak mengalami sesuatu yang serius.. Saat itu awal bulan Juni 2004, di Aceh, mata kiri ku mengalami iritasi (merah, red). Awalnya ku pikir hanya iritasi ringan, aku pun hanya mengobatinya menggunakan obat tetes mata.. Namun, semakin hari mata kiri ku semakin memerah dan muncul bintik putih di pupilnya.. Bukan hanya berair, tapi mata ku menjadi sangat perih hingga sulit tidur.. Pergi ke dokter mata, namun tidak ada kemajuan yang berarti.. Yang terjadi malah sebaliknya, bintik putih di tengah pupil itu semakin membesar dan menutupi pupil mata kiri ku dan menyebabkan aku buta.. Bukan buta yang berada dalam kegelapan.. Tapi kebutaan yang ku alami adalah putih semua..

Pertengahan Juni 2004, sesuai jadwal liburanku, aku berangkat ke luar negeri.. Keberangkatan yang harusnya kugunakan untuk jalan-jalan, harus diubah secara mendadak menjadi perjalanan untuk berobat.. Mendaftarkan diri di dokter dan menunggu 3 hari untuk diperiksa.. Penantian yang menyiksa bagi ku.. Aku masi berharap dan percaya bahwa yang terbaiklah yang akan diberikanNya.. Hari yang ditunggu2 tiba.. Aku diperiksa dan hasil keluar sejam kemudian.. Berita dari dokter sangat membuat ku terkejut dan ingin pingsan.. Kalimat yang masih terngiang adalah “Ini infeksi. Kemungkinan sembuh hanya 1:9, yang berarti 10 orang mengalami hal ini, hanya 1 orang yang sembuh dan sisanya mengalami kebutaan total”.. WEW!! ‘Im speechless’.. Ingin rasanya lari dari ruangan tersebut, menangis serta teriak sekencang-kencangnya.. Tapi itu hanyalah niat yang kukubur dalam2.. Dua pilihan yang diberikan dokter.. Pertama, aku menjalani operasi cangkok mata.. Tapi kemungkinan berhasil juga kecil (tidak diberitahu berapa persennya).. Atau kedua, pengobatan biasa dengan tetes mata..

Kembali ke rumah dengan lemas selemas2nya.. Aku hanya mendekam di kamar, tanpa ingin keluar dari sana.. Ku renungkan segala perkataan dokter yang semakin membuat ku terpuruk.. Menangis-pun aku tak bisa.. Hingga beberapa jam, sepupu ku mengajak ku untuk jalan2 agar beban ku sedikit ringan, namun ku tolak.. Aku lebih memilih untuk meratapi nasib ku di kamar yang pengap itu (padahal ga).. Ada dorongan kuat dari hati ku untuk berdoa dan tetap berharap padaNya.. Tapi dorongan itu kembali ku dorong hingga lenyap di sudut hati ku yang kelam.. Malam pun tiba, tanpa mata ku dapat terpejam.. Aku ‘menyapu’ sudut2 kamar ku dengan mata kanan ku.. Dan mata ku terhenti pada sebuah buku renungan, yang saat itu kugunakan untuk saat teduh.. Pikiran ku menerawang, ‘aku sudah SaTe (Saat Teduh,red) hari ini.. Buat apa baca buku itu lagi?’ Dorongan yang sama seperti tadi siang kembali muncul, bahkan lebih kuat.. Aku-pun menyerah dan meraih buku renungan, yang juga terselip banyak artikel di dalamnya.. Kubuka buku tersebut dan yang terbuka adalah halaman 5, lembar kesaksian.. Aku membacanya, kesaksian mengenai kesembuhan dari penyakit kanker serta tumor.. Ku baca 2 kesaksian, dan kututup buku tersebut.. dan aku melangkah turun dari tempat tidur, aku bersujud dan menangis.. Tidak dapat berkata-kata.. Namun, saat itu jelas kudengar IA berkata “Aku ada bersama mu, merasakan hal yang sama yang kamu rasakan”.. Tangis ku semakin pecah.. Hingga beberapa jam kemudian aku tenang dan hanya berkata, “Biar kehendak Bapa saja yang jadi dalam hidupku”.. Aku-pun tertidur dalam kedamaian..

Keesokan harinya aku bangun dengan secercah harapan bahwa Yesus adalah penyembuhku.. Siang hari aku pergi ke dokter untuk periksa.. Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya kemajuan menjadi 3:7.. Aku memiliki 30% kemungkinan untuk sembuh.. Aku-pun memutuskan untuk menjalani pengobatan kedua, menggunakan obat tetes mata dan obat yang diberikan dokter adalah obat tetes dan saleb.. Cukup merepotkan, karena aku harus meneteskan obat pada mata kiri ku sejam sekali selama 24 jam (Wew…) dan saleb digunakan sesaat sebelum tidur.. Saleb ini menyebabkan mata ku seperti tertempel lem, jadi sulit di buka (huooo).. 3 hari kujalani dengan obat2an itu dan semakin menamamkan kepercayaanku padaNya mengenai kesembuhanku.. Setelah 3 hari, aku kembali ke dokter untuk periksa.. Ternyata, mata ku mengalami kemunduran.. Kemungkinan ku untuk sembuh menjadi 2:8.. Tapi lucunya, hal ini tidak membuat ku bermuram durja lagi.. Dokter-pun ku buat bingung atas sikap ku yang biasa saja.. Hanya ku tanggapi dengan “Ada Yesus kok.. HE’s my Healer”.. Alhasil, aku ‘malah’ bercerita tentang Yesus pada dokter tersebut.. ^^ hohoho…

Pengobatan dengan tetes mata dan saleb tetap berlangsung hingga akhir liburan ku.. Karena aku kembali ke Jakarta dan tidak ada yang menjual jenis obat tersebut di Jakarta.. Hingga hari ini, aku sudah sembuh dari segala sakit infeksi ku.. Bahkan tanpa bekas putih sama sekali pada pupil mata kiri ku.. Aku dapat melihat lagi.. Tanpa Yesus, aku akan tetap meratapi nasib ku.. Bahkan tanpa Yesus, aku tidak akan mengalami kesembuhan.. ^^ Yes, HE’s my HEALER!! There’s none like JESUS!! hohoho..


Tuesday, October 27, 2009

When everything just between me n 'me'

Morning all extraordinary people ^^ Dah lama juga tidak mencurahkan yang perlu dicurahkan.. :D Hm, today i'll start my day with bad feeling.. Really bad feeling.. Hm, not just today sih. Tapi dah beberapa minggu ini, sekitar 3 mingguan lah..

Aku dihadapkan pada beberapa pilihan.. Dan buat ku, dari semua pilihan yang ada, tidak ada pilihan yang mengenakkan ku.. Kalaupun ada, pilihan itu, akan menyakiti Dad.. Dan aku ga mau itu.. T,T Serba salah.. Alhasil, aku bingung dan selama 3 minggu ini semua na jadi ngegantung.. Hubungan sama Tuhan, bahkan sama yang lainnya..

Masalah utama ku saat ini ada di hubungan.. Yah, aku lagi dekat dengan seseorang.. Tidak banyak yang tahu mengenai kedekatan ato masalah yang sedang kuhadapi ini (atau malah tidak ada yang tahu?? Ntah lah).. Hm, kedekatan ku dengan orang ini bisa dibilang tidak disengaja.. Keadaan yang mendekatkan kami.. Awalnya, everything going like ussual.. Sebagaimana aku bangun hubungan dengan teman-teman ku, begitu pulalah aku membangun hubungan dengan dia.. Begitu juga dengannya.. There's nothing special between me n him..

Hingga satu waktu.. Just feel different, when he look at me (yah, kembali.. Wanita bermain dengan perasaannya).. Pertanyaan demi pertanyaan muncul.. Am i fallin' love? Is this the feeling what they'd called love?? Or is it the love?? Or many others question.. Namun, satu hal yang ku sadari.. Tidak, aku tidak jatuh cinta padanya.. Tapi, yang terjadi adalah lebih parah dari itu.. Aku hanya kagum padanya, namun kekaguman ku menjadi bumerang bagi diriku.. Aku jadi 'terikat' padanya.. Hal ini kusadari.. Bahkan 'ikatan' ini membuatku kebingungan dan 'merusak' hubungan ku dengan Bapa.. Kembali aku dihadapkan pada pilihan untuk 'melepas' atau 'mempertahankan'? To be honest, not an easy choice for me.. Apa lagi aku sudah dekat dengannya.. Egoku mulai muncul..

Selama 3 minggu terakhir ini, aku sangat menyadari.. Fokusku mulai beralih.. Segala sesuatu menjadi begitu tertutup ketika yang ada dihadapanku hanya dirinya (sedikit bersyukur, aku jarang bertemu dengannya, hanya sekali dalam seminggu).. Hm, bukan hanya saat berhadapan juga, duniaku seperti teralih.. Tapi saat-saat kami berkomunikasi, baik lewat telepon, SMS maupun chatting.. Huuuffffttt, what should i do now??

I've made my decision already.. But, till now thats just only a decision.. Without the practice.. T,T Hingga malam tadi.. Tidur dengan perasaan tidak tenang dan terbangun dengan kaget.. Aku sungguh merasa tidak nyaman dengan semua ini.. Aku merasa terjebak.. Aku kehilangan arah.. Pegangan?? Ya, aku memiliki pegangan tersebut.. Tapi kusadari, aku yang berusaha dengan keras melepas pegangan hidup ku.. Aku yang berusaha dengan keras melepaskan-Nya.. T,T Aku mengabaikan segala peringatan-peringatan Nya.. Aku mengabaikan semua hati nurani ku.. Hingga akhirnya, yang tersisa hanya aku dan keegoisanku.. T,T

Begitu sakit rasanya ketika kusadar bahwa aku telah 'melepas' yang seharusnya tak kulepas.. Sesak rasanya ketika kulihat bahwa aku memilih hal yang tidak menunjang tujuan hidupku.. Forgive me, DAD.. Forgive me.. Aku-pun kembali mengambil keputusan ku.. Learn to be more discipline.. Aku ingin kembali pada-Nya.. Kembali pada Bapa ku.. Lama sudah aku berjalan sendiri, dan aku sudah cukup lelah.. Aku tidak mau hingga tenaga ku terkuras habis baru ku kembali.. Tidak.. Satu hal yang menyadarkanku..
Positive Thinking Should Be Moved By Positive Feeling
-by : Ivbsav
Aku sudah terlalu lama berkutat dengan perasaan-perasaan ku yang tidak jelas ini.. Awalnya kupikir semua berawal dari pikiran.. Hingga quote tersebut muncul.. Bukankah Amsal berkata, dari hati kitalah terpancar kehidupan.. Segala usaha ku sia-sia, karena aku fokus pada pikiranku.. Karena aku berpikir, dengan pikiran yang positif semua akan baik-baik saja.. Namun, tidak kupungkiri bahwa semua yang baik-baik itu serasa begitu jauh dari hadapanku.. Tapi kini aku belajar untuk fokus pada hati yang mengasihi Bapa.. Kembali pada-Nya.. Help me o, Lord.. ^^ Hm, belajar melepas yang memang harus ku lepas.. Meski mengawali hari dengan perasaan yang tidak karuan. Tapi kini aku memilih untuk melanjutkan hari ku bersama dengan kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah.. :D Need Ur Grace in my life.. Need U beside me always.. Help me to face all my day, DAD.. Love U FULL!! *.*


Sunday, October 11, 2009

Faithful

Thanks God for this few days.. Hm, hari yang cukup melelahkan tubuh dan otak.. Coz harus kerja keras untuk skripsi.. Help me, DAD.. ^^

Seminggu ini, aku diingatkan mengenai kesetiaan.. Dari saat teduh, bahan sharing di LoPe (alias KomSel), dan sharing dari beberapa rekan LoPe.. Aku percaya orang baik itu banyak.. Tapi berapa banyak dari orang baik yang ada itu hidup benar?? Hidup sesuai kebenaran Allah.. Dan berapa banyak orang benar, hidup setia pada Allah?? Mudah bagi ku untuk mengatakan "Aku mengasihi-Mu, Bapa".. Tapi semua ini tentu memerlukan pembuktian.. Bukan pembuktian dari satu tindakan saja.. Namun dari seluruh tindakan dalam keseharian ku.. Ya, mudah berucap namun sulit di lakukan..

Kemarin siang, salah seorang dari 'anak' ku meng-sms-ku.. Mengungkapkan segala perasaannya, karena merasa ditinggal oleh teman-teman dekatnya.. Ditinggalkan hanya karena 'anak' ini mengambil komitmen untuk belajar taat pada Tuhan.. Selama bergaul akrab dengan teman-temannya, 'anak' ini sering keluar sekolah (pada saat jam pelajaran tengah berlangsung) untuk hal-hal yang sebenarnya dapat dilakukan di sekolah.. Dan beberapa hari lalu, teman-temannya mengajaknya untuk keluar sekolah lagi, dan ia menolaknya.. Hingga akhirnya teman-temannya beranggapan bahwa ia telah berkhianat, dan lain sebagainya.. Wew, pasti sedih rasanya bila kita dengar kata-kata tersebut dari teman yang dekat dengan kita.. Yah, begitulah perasaannya..

Namun, satu hal yang membuat ku bangga sekaligus terharu.. 'Anak' ini berkata, "Apakah salah kalau aku mau taat sama Tuhan?? Apakah tidak boleh?? Aku cuma mau taat saja.. Dan kalaupun ketaatan sama Tuhan adalah suatu hal yang salah bagi mereka, aku akan tetap melakukan hal yang salah ini".. Hm, aku tau persis, betapa penting arti teman-temannya bagi dirinya.. Dan, aku percaya bukan hal mudah untuk tetap berkomitmen seperti itu..

Kesetiaannya pada komitmen yang telah dibuatnya sendiri, menggugah ku.. Kembali ku renungkan, apakah aku adalah pribadi yang setia pada Bapa? Jujur saja, aku ragu.. Karena masih banyak hal yang kuutamakan daripada Bapa.. Aku-pun tidak jarang untuk menyakiti hati-Nya..

Banyak pilihan yang dihadapkan padaku dalam kehidupan ini.. Namun aku memilih untuk tetap setia pada Bapa.. Meski akan banyak hal yang menghadang, Hidup adalah belajar bukan?? Ya, aku akan belajar.. Belajar terus..

Temans, kesetiaan dimulai dari hal-hal kecil.. Seperti komitmen yang telah kita buat.. Berani berkomitmen, kita-pun perlu berani untuk menjalankannya.. Kesetiaan dengan hati yang tulus, karena mengasihi Allah.. ^^ Seperti halnya Ayub.. Ayub tetap setia memandang Allah meski dunianya berkata, "Sangkal-lah Allahmu".. Tapi Ayub tetap berpegang teguh pada Allah.. So, Learn to be faithful.. Be blessed


Saturday, October 10, 2009

U are So Special !!

Hari-hari yang berisik di dalam rumah, karena ada renovasi di beberapa bagian rumah.. Aku tidak suka kebisingan, aku jauh lebih menyukai keheningan.. Jadi merasa sedikit terganggu.. Huhuhu.. Tapi bersyukur, ditengah dak-dok-dak-dok (bunyi ketokan palu) yang ada, Bapa mengajar aku satu hal yang luar biasa..

Aku sempat melihat dan juga memerhatikan bagaimana para tukang memahat kayu-kayu, mengamplas tembok-tembok di rumah ku.. Bukan dengan asal-asalan, Tapi penuh dengan ketelitian.. Begitu pula ketika Allah menciptakan setiap kita.. Allah tidak menciptakan kita dengan asal-asalan tapi dengan penuh ketelitian.. Para tukang tersebut mengetahui bahwa bila katu dan tembok dikerjakan dengan asal-asalan, mungkin saja akan membahayakan orang lain.. Apalagi Allah kita.. IA tau persis rancangan-rancangan untuk mendatangkan kebaikkan bagi setiap kita.. IA bukan Allah yang merancangkan kejahatan bagi setiap kita.. Tapi IA adalah Allah yang merancang kita sedemikian rupa bahkan menjadikan kita segambar dan serupa dengan-Nya..

Jadi teman-teman, tidak ada alasan yang tepat bagi kita untuk menyia-nyiakan hidup kita.. Allah menciptakan setiap kita dengan tujuan yang luar biasa, bukan dengan tujuan yang biasa-biasa saja.. Bila Allah saja sangat menghargai setiap kita yang hanya terbuat dari debu-tanah, kenapa kita tidak bisa menghargai diri kita sendiri.. :) Jangan sia-sia kan lagi kehidupan kita.. Dengan kita memaksimalkan hidup kita, ada banyak janji-janji Allah yang luar biasa bagi setiap kita :) So, Guys n Gals.. Be proud of ur self and be maximal.. Coz of God made u so special!!


Wednesday, October 7, 2009

Dimana-pun dan Kapan-pun Tersenyum-lah

Finally, after a long busy day.. Bisa sedikit bernafas lega dan ngetik-ngetik lagi :) As usual, many things happen in my life this few weeks.. Praise God that everything still under God' control :)

Hm, tepat seminggu yang lalu.. Saat aku lagi di bus angkutan umum, sepulang dari kampus.. Bersyukur bus tersebut sepi, jadi mendapat tempat duduk.. Cukup lelah juga ketika hari itu, tapi aku belajar untuk tetap tersenyum.. Karena sedang belajar memberi dari hal yang paling simple yaitu senyum ^^ Saat sedang ber-sms-ria dengan 'anak-anak' Lopeku, aku seperti disadarkan.. Aku merasa 'diliatin'.. Orang yang duduk tepat disebelahku begitu memperhatikanku.. Hingga akhirnya kuputuskan untuk menatapnya dan memberi senyum padanya.. Kupikir-pikir, aneh juga tindakan ku.. hehe.. Namun ternyata tidak bagi orang tersebut.. Ia-pun tersenyum kembali pada ku..

Setelah 'ritual' senyum-senyuman itu, aku kembali melanjutkan sms ku yang sempat tertunda.. Sehabis mengirim sms itu, ku simpan HP ku di dalam tas.. Dan wanita yang duduk di sebelah ku ini, bertanya "jam berapa sekarang?" Aku menjawabnya.. Namun sedikit merasa aneh, karena setelah dia bertanya jam berapa, wanita ini mengeluarkan HPnya.. Hohoho *jadi bingung.. Tapi sudahlah.. Setelah pertanyaan jam berapa tersebut, kami terlibat percakapan yang cukup panjang, hingga akhirnya aku yang duluan turun dari bus tersebut..

Ditengah-tengah pembicaraan, aku sedikit terkejut, karena wanita ini bertanya mengenai agama.. Bukan takut, tapi aku sedikit merasa bingung, bagaimana cara menjawabnya (padahal yang perlu kulakukan saat itu hanya cukup menjawabnya) Hehehe.. Ku jawablah, aku seorang yang percaya ada Yesus.. Dari jawaban ini, wanita ini hanya mengangguk dan berkata 'pantas'.. Aku hanya membalas dengan senyuman.. Pembicaraan berlanjut seputar Yesus, Pribadi yang kupercayai.. Hingga aku hampir tiba di tempat tujuan ku, wanita ini berkata "Kamu anak yang ramah, dan saya senang mengenal kamu dan juga orang yang kamu percaya itu.."

Wow, mendengarnya aku sangat senang.. Hohoho.. Saat tiba di tempat tujuan ku, kami-pun berpisah.. Hm, belajar lagi mengenai satu hal.. Untuk memperkenalkan siapa Yesus sebenarnya, bukan hanya melalui ayat-ayat dalam Alkitab.. Tapi juga dapat melalui tindakan-tindakan simple kita, yaitu senyum.. Aku percaya satu hal, setiap orang dapat membedakan yang mana senyuman yang tulus dari dalam hati.. :)

Senyuman tulus kita,
Memberi kesejukan bagi hati yang panas..
Memberi ketenangan dalam hati yang bergejolak..
So, tersenyumlah.. ^^
Be blessed


Wednesday, September 30, 2009

Share The Love

Sekitar seminggu yang lalu, papaku pulang ke Jakarta (Dari Pekan Baru).. Aku, adikku yang bungsu beserta teman ku menjemput papaku di Bandara.. Sudah sekitar tiga bulanan aku tidak bertemu papa.. Kangeeeenn rasanya.. ^^ Saat papa muncul dari balik kaca pintu kedatangan, aku dan adikku spontan ngumpet. 'Ritual' kami yang biasa untuk mengerjai papa.. Hehehe.. Dan seperti biasa juga, 'ritual' kami gagal.. huoooo :p

Melihat kami, papa seketika memeluk dan mencium kami.. Lalu kami-pun berjalan ke tempat parkir.. Saat berjalan ke tempat parkir, teman ku berkata padaku.. "Bokap (papa) lo bisa ya, nyium en meluk kalo dah lama ga ketemu.. Bokap gue sih boro-boro.. Mau pergi beberapa bulan tetep aja.. en bla bla bla bla.." Aku hanya menanggapi dengan tersenyum, karena sejujurnya aku bingung juga.. Aku-pun mulai berpikir, flash-back lagi.. Sejak kapan keluarga ku menerapkan hal ini, dulu?? Mana pernah.. Hoo..

Saat aku berpikir, Tuhan mengingatkan aku mengenai beberapa kejadian.. Kejadian dimana aku, dan keluargaku melakukan rekonsiliasi (pengakuan dan saling meminta maaf).. Proses rekonsiliasi ini dimulai dari aku duluan.. Ya, sejak saat itu.. Perlahan segala sesuatu mulai berubah.. Aku bersyukur sekali.. :)

Memang keluarga ku belum mengenal Allah.. Tapi satu hal kupercaya, mereka 'sedang' mengenal Allah lewat setiap kasih yang kubagikan pada mereka.. Karena Allah adalah kasih.. Maka, tanggung jawab terbesarku saat ini bagi keluargaku adalah membagikan kasih pada setiap mereka :)

Bapa, aku akan tetap setia menantikan hari dimana seisi keluargaku mengenal Engkau.. Penantian ini akan tetap ku bawa dalam doa serta segala tindakan ku.. :) Pulihkan keluargaku.. Amin ^^
. . . . . . . . . .

Temans.. Kita tidak akan pernah tahu, sejauh mana tindakan kita berdampak.. Yang perlu dilakukan saat ini hanyalah membagikan kasih Allah yang ada dalam diri kita kepada banyak orang.. Saat kasih itu dibagikan, kita tidak akan tahu berapa banyak yang mengalami pemulihan, kesembuhan, kelegaan, merasa dicintai, dihargai dan lain sebagainya.. So, teruslah bagikan kasih Allah yang ada dalam diri kita :) Happy day all!! Jbu



Monday, August 31, 2009

What Would Jesus Do ??

Kalimat ini sering kita dengar ataupun kita baca.. Namun apakah kita menyadari betapa ’hidup’nya kalimat ini? What would Jesus do, if I’m in trouble? What would Jesus do, if i feel alone? What would Jesus do, if ...... ?? (Apa yang akan Yesus lakukan?) Dan apa yang akan Yesus lakukan ketika keluargaku berada di ambang kehancuran?


Setelah mengenal Yesus, sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadi, aku mulai belajar untuk mendoakan papa-mama dan adik-adik ku.. Aku-pun belajar untuk mengampuni mereka, yang dengan sengaja maupun tidak sengaja menyakitiku.. Perlahan namun pasti, perubahan mulai terlihat dalam keluarga ku.. Papa yang awalnya sangat otoriter, mulai merapkan pola asuh demokratis.. Mama yang awalnya hanya seperti ’pajangan’, mulai memperhatikan anak-anaknya.. Di rumah, yang sampai hari ini masih ku tinggali, mulai terasa kehangatan yang tidak pernah ada sebelumnya..


Aku berpikir, keadaan ini akan terus berlanjut hingga setiap bagian keluarga ku menerima Yesus dan dibangun mezbah keluarga di rumah ini.. Namun, mimpi ini seakan dipause sesaat.. Dan proses itu-pun berlangsung.. Aku sempat frustasi bahkan tidak percaya kalau Yesus akan melakukan sesuatu terhadap keluargaku.. Aku masih ingat, saat itu ......


Aku dan beberapa teman gereja, sedang berada di depan rumah salah seorang temanku.. Saat itu, kami sedang merencanakan untuk pergi makan bersama.. Sambil menunggu beberapa teman lagi untuk datang, kami-pun berbincang-bincang.. Saat berbincang, ponsel-ku berdering.. Muncul tulisan ”My Luphly Mum” di layar ponsel ku.. Sempat bingung, karena tidak biasanya mamaku menelpon pada sore hari (selalu malam hari, mamaku saat itu sedang berada di luar kota bersama dengan papaku).. Aku-pun mengangkat dan menjawab telepon tersebut.. Tiada balasan, di ponsel-ku hanya terdengar suara tangis.. Untuk memperjelas pendengaran ku, aku-pun ’menyingkir’ dari kumpulan teman-teman ku.. Dan benar saja, suara tangis itu semakin jelas.. Aku yang bingung, bertanya pada mamaku ”ada apa, ma?”


Masih belum ada jawaban, tangisan itu terdengar semakin kencang dan jelas.. Aku semakin dibuat bingung oleh mama ku.. Aku-pun hanya dapat terdiam.. Dan aku ingat, aku berdoa dalam hati saat itu.. Berdoa untuk segala sesuatu yang terbaik, meski jujur saja hati ini sangat tidak tenang.. Sambil menunggu mamaku meredakan tangisnya, aku tetap bertanya dengan lembut.. Hingga beberapa saat kemudian mama menjawab, ”Mama ga akan pulang ke Jakarta lagi”.. Saat itu, bagai ada guntur yang melintasi kepala dan sekujur tubuhku.. Aku terdiam dan begitu kaget.. Suara tangis yang semakin mengencang itu menyadarkanku.. ”Maksud mama?” aku bertanya pada mamaku.. Kalimat yang sama yang diulangi oleh mamaku, bahwa mama tidak akan pulang ke Jakarta lagi.. Bertanya kenapa, mama tidak menjawab.. Aku-pun tidak bertanya kenapa lagi.. ”Memang mama mau kemana?” tanyaku.. Mama ku hanya menjawab ”Ke tempat tidak ada papamu”..


What??!! Aku sangat terkejut mendengar perkataan mama ini.. Apa yang telah terjadi?? ”O, DAD.. Help my family, please”.. Doa singkat-pun ku panjatkan.. Seperti tanpa peduli pada kalimat mama yang mengejutkan aku ini, aku bertanya pada mama, “Mama ada dimana?” “Di jalan”.. Jawaban yang terlalu singkat.. Baru ingin bertanya lagi, mama langsung berkata, “Mama cuma mau bilang itu saja.. Jaga adik-adik mu ya dan jaga diri”.. Telepon-pun ditutup.. Masih shock dengan pembicaraan ini, air mata-pun tak terbendung lagi.. Aku menangis di tepi jalan.. Ditengah keterkejutan ku, aku menelpon papa ku untuk bertanya apa yang terjadi.. Papa hanya menjawab, ”Kamu tenang, ga ada apa-apa kok”.. Belum sempat membalas perkataan papa, telepon juga segera di tutup.. Kembali aku menelepon mama dan papa ku secara bergantian.. Tidak ada satu-pun yang mengangkat teleponku.. Aku semakin kacau.. Namun, aku tetap berdoa pada-Nya..


Hingga beberapa orang teman ku menghampiriku.. Bercerita sedikit apa yang kualami barusan, mereka-pun mendoakan ku.. (Aku bersyukur memiliki keluarga rohani yang memberi kekuatan dan dukungan disaat-saat tak terduga seperti ini).. Yang awalnya berencana pergi makan bersama, aku membatalkannya.. Aku memilih untuk pulang ke rumah, dengan harapan mungkin papa atau mama akan telepon ke rumah.. Ternyata, yang ditunggu-tunggu tidak kunjung menelpon.. Aku bertanya pada adik ku, apakah mama-papa menghubungi mereka? Ternyata tidak juga.. Aku semakin khawatir.. Tetap berdoa, agar Tuhan menjaga papa-mama ku.. Juga tetap berusaha menghubungi papa dan mama ku, meski tetap tid

ak diangkat.. Hingga aku merasa lelah untuk menangis dan menelpon, aku-pun tertidur..


Keesokkan harinya, sekitar pukul 5 pagi, mama menelpon ku.. Dengan suara yang sedikit serak.. Mungkin setelah menangis sekian lama.. Aku langsung bertanya pada mama, ”Mama ada dimana dan lagi apa?”.. Mama ku menjawab, ”Lagi di hotel.. Mama ga apa-apa”.. Singkat cerita, mama mengungkapkan bahwa papa ku memiliki wanita lain.. PLAK!! Bagai tertampar rasanya.. Papa yang kubangga-banggakan.. Papa yang sangat kusayangi.. Papa yang ......... Arrrgghhhh!! Apa mungkin?? Tidak, aku berharap dan aku percaya itu tidak mungkin.. Tapi semua pengharapan dan kepercayaan itu seakan sia-sia..


Mama menceritakan dengan jelas dan kembali mama menangis.. Hingga mama mengungkapkan ingin bercerai dari papa, dan akan melanjutkan hidup sendiri.. Lalu telepon-pun kembali ditutup.. Aku tidak berusaha menelpon mama maupun papa lagi.. Aku sangat terpukul dan sangat tidak percaya.. Apa mungkin papa melakukan hal tersebut? Saat itu, aku kembali duduk di atas ranjang ku.. Bertanya, kenapa Bapa?? Kenapa keluarga ku?? Di mana Bapa saat ini? Taukah Bapa, aku membutuhkan-Mu saat ini?? Bapa, lakukan-lah sesuatu untuk keluargaku.. Perlihatkanlah mukjizat-Mu.. Namun, semua itu hanya pertanyaan kosong, tanpa ada yang menjawab.. Aku merasa sendirian, aku ditinggalkan, bahkan tidak diinginkan oleh keluargaku sendiri dan juga oleh Bapaku (??)

Aku menangis, menangis dan menangis.. Sambil menangis ku ’jelajah’ kamar ku untuk mencari tissue.. Bukan tissue yang kutemukan, tapi tempelan ”What would Jesus do?”.. Kuurungkan niat ku mencari tissue.. Ku tatap tempelan itu dan bertanya, “Apa yang akan Bapa lakukan ketika keluarga ku seperti ini, diambang kehancuran?” Semakin kucari jawabannya, semakin tidak kutemukan.. Apakah Bapa tidak akan melakukan suatu hal?? Apakah Bapa akan membiarkan keluargaku hancur begitu saja?? Tolong, tolong aku… Tolong keluargaku.. Tolooonnggg… T,T


Semua terasa semakin buntu, sampai ku putuskan untuk bertanya mengenai kebenarannya pada papa ku.. Aku menelpon papa ku dan bertanya sejelas-jelasnya pada papa.. Papa hanya mengungkapkan, ”Ga ada apa-apa, percaya sama papa”.. Mendengar hal ini, bukan membangkitkan kepercayaan dan semangatku, malah semakin membuatku bingung.. Belum selesai berbicara, papa kembali memutuskan pembicaraan.. Aku semakin bingung..


Bapa, mengapa Bapa tidak membantu ku?? Mengapa Bapa seakan membiarkanku berjalan seorang diri?? Bapa, aku butuh tuntunan-Mu.. Dalam doa aku kembali menangis.. Memanjatkan segala pengharapan yang tersisa bagi keluargaku.. Berharap bahwa badai ini akan segera berlalu dan mulai terlihat secercah pelangi.. Harapan demi harapan, kunaikkan pada-Nya.. Mempercayai bahwa aku dan keluargaku memiliki kasih karunia Allah.. Aku-pun dengan penuh keberanian meminta waktu dari Bapa untuk berbicara kepada papa dan mama ku.. Meminta hikmat ekstra untuk menyatukan mereka lagi.. Jujur saja, kepercayaan diri ku seakan sirna.. Tapi, aku tetap berdoa dan meminta tuntunan-Nya..


Bapa-pun menjawab permintaanku.. Pada siang harinya, mama ku menghubungiku kembali.. Suaranya terdengar lebih tenang.. Dan aku-pun mulai menasehati mama, dengan segenap keberanian yang ada.. Aku memiliki rasa takut saat aku menasehati mama.. Aku takut, jika kata-kata ku salah dan menyinggung mama sehingga mengakibatkan mama tidak menelpon ku lagi..Karena saat itu dari kami tiga-bersaudara, hanya aku yang dihubungi oleh mama dan papa..


Kata demi kata terucap.. Tiada satu kata-pun yang ditanggapi maupun disanggah.. Dalam pikiran ku berkecamuk antara mama menerima setiap perkataan ku atau justru menolaknya.. Namun, aku belajar untuk berpikir positif.. Aku percaya Bapa yang menyertaiku saat aku berbicara pada mama kala itu.. Aku memberanikan diri menasehati mama menggunakan setiap pengalamanku bersama Yesus.. Berkata bahwa segala sesuatu pasti memiliki makna di balik semua peristiwa yang terjadi.. Mama tidak sendirian, ada aku dan adik-adik ku, terutama ada Yesus yang tidak pernah meninggalkan mama.. Mama harus berpikir jernih, belajar memaafkan papa dan lain sebagainya..


Hingga akhir pembicaraan, mama hanya menutupnya dengan ”Mama akan coba pikirin lagi”.. Telepon-pun ditutup.. Kali ini, berbeda dengan yang sebelumnya.. Saat telepon ditutup, aku memiliki keyakinan bahwa saat ini Bapa sedang bekerja dalam keluargaku.. Bapa sedang membenahi segala sesuatunya.. Selang beberapa jam, papa menelponku dan mengakui serta meminta maaf.. Saat mendengarnya, serasa aku tidak ingin mempercayainya.. Namun, aku disadarkan oleh satu hal.. Tidak mudah untuk mengakui bahkan untuk meminta maaf atas kesalahan besar yang pernah dilakukan.. Apalagi yang melakukannya adalah papa ku.. Papa yang kukenal tidak mau disalahkan.. Namun, lewat kejadian ini papa seakan maju selangkah.. Aku-pun mengambil keputusan untuk memaafkan papa ku.. Dan aku bertekad untuk menyatukan kembali papa-mama ku.. Tidak akan pernah kurelakan keluargaku hancur berantakan, dengan alasan apa-pun..


Yah, ”What would Jesus do??” Akhirnya pertanyaan ini terjawab.. Tentu, IA akan melakukan sesuatu.. Melakukan suatu hal yang diluar jangkauan pikiran bahkan keinginan ku.. Saat aku belajar percaya dan berserah penuh pada-Nya, IA sedang bekerja untuk kebaikkan bagi aku dan seisi keluargaku.. Dengan cara-Nya, dengan pemikiran-Nya, dengan kuasa-Nya IA mampu melakukan segala sesuatu yang luar biasa.. Kini kupercaya, Allah pasti akan melakukan sesuatu bagi ku dan keluargaku, juga bagi setiap kita.. Meski terkadang segala sesuatu yang Allah lakukan terkesan lambat ataupun tidak sesuai dengan pengharapan kita.. Namun segala sesuatu IA jadikan indah pada waktunya.. Bahkan Firman-Nya mengatakan,


TUHAN menetapkan langkah-langkah orang yang hidupnya berkenan kepada-Nya; apabila ia jatuh, tidaklah sampai tergeletak, sebab TUHAN menopang tangannya.

Mazmur 37 : 23-24


Temans, apa yang menjadi pergumulan mu hari-hari ini? Apa yang menyusahkan hati mu? Belajarlah berserah pada Yesus.. Karena dalam Yesus terdapat ketenangan dan jawaban.. Serta satu hal yang sangat pasti, Yesus akan melakukan sesuatu, saat kita percaya dan berserah pada-Nya.. So, What would Jesus Do? :D

Stay Blessed

NB : Tulisan ini diikutsertakan dalam

Writing Competition CIBFest 2009



Wednesday, August 12, 2009

DAD Know What I Want ^^

Yeeeeiii!!!! Apa yang ku idam-idam kan, akhirnya ku dapatkan ^^ Sudah lama aku 'mengincar' The Message Bible.. Ingin membeli, tapi harganya mahal dan sulit ditemukan di Jakarta.. Toko-toko buku rohani bahkan yang tidak rohani-pun sudah ku kelilingi demi mencari (alias survei) tentang harganya.. Tapi nihil, ga dapet apa-apa..

Tidak berputus asa, aku-pun tetap berdoa dan menabung.. Karena aku sadar semua akan tercapai juga dengan usaha ku.. Dan aku sangat percaya bahwa Bapa melihat apa yang kuusahakan, baik lewat doa maupun tindakkan nyata ku :D Sungguh aku menginginkan Alkitab itu.. Disamping Alkitab inggris, aku terlebih menginginkannya karena bahasa yang digunakan dalam Alkitab tersebut, lebih mudah dicerna (bukan berarti bahasa inggris ku bagus ya.. Masih sangat belepotan.. hehehe..)

Bagai aku menarik kencang ikat pinggang ku.. Aku menabung dengan extra, puasa untuk membeli segala sesuatu yang dirasa belum benar-benar kubutuhkan saat itu juga :D Tapi ternyata aksi menabungku harus sedikit terhenti. Aku diminta untuk membongkar tabungan itu demi investasi iman (persembahan khusus)..

Beberapa waktu lalu, sekitar sebulan yang lalu, diadakan investasi iman, yang memang ada setiap 3 bulan sekali.. Aku berdoa, bertanya pada Bapa mengenai nominalnya.. Muncul-lah nominal seharga The Message Bible (yang telah kutanyakan pada temanku yang di Singapore), dan (kebetulan) ditabunganku juga terdapat nominal yang sebegitu pas nya.. "Ohhhhhh Noooooo.."

Ingin rasanya aku teriak saat itu.. Tapi niat ku, kuurungkan.. Aku-pun berdoa lagi, beranggapan jika aku salah mendengar.. Berkali-kali pun aku berdoa, nominal yang sama yang muncul... Arrrggghhh, kenapa?? Aku sudah susah-susah menabung... Aahh, DAD, Come'on please.. Dengan saaaangat memohon, aku meminta untuk nominal itu diturunkan.. Namun apa daya? Aku diingatkan mengenai ketaatan seketika itu..

Hm, jujur saja aku masih belum dapat menerimanya.. Alhasil, aku menurunkan nilai nominal yang kudengar itu.. Jadi, nominal pada kertas investasi iman itu berbeda dengan nominal yang kudengar.. (Betapa liciknya aku).. Tapi aku bersyukur, Bapa mengajarku lewat hal ini.. "Percaya-lah padaKU sepenuhnya"..

Selang sekitar 3 minggu dari menyerahkan lembar investasi iman itu, aku mengembalikan investasi iman ku sesuai dengan nominal yang kudengar bukan kutulis (sedikit kulebihkan).. Dan dari sana-pun aku berkomitmen untuk kembali menabung (dari awal.. huhuhu).. Menabung dan menabung, tiba-tiba temanku yang dari Singapore sms, mengatakan bahwa Bible-nya sudah ada.. Spontan aku senang.. Tapi kesenangan ku tidak bertahan lama, mengingat tabunganku untuk membeli Bible tersebut sudah terkuras.. Ohhh, Dad... T,T I'm so sad.. huhuhuhu.. Aku pun hanya berdoa dan berusaha, sambil kuselipkan lebih banyak pengharapan..

Tapi memang pada dasarnya, Bapa tau apa yang menjadi keinginan anak-anak Nya.. Keesokan harinya, aku mendapat jajan dari nenekku.. Sejumlah uang yang kubutuhkan untuk membeli The Message Bible tersebut, bahkan lebih.. Cukup untuk jajan ku selama sebulan.. Waaaahhhh, senang sekali rasanya ^^ Aku-pun langsung menghubungi temanku dan menitip satu.. Yeeeiii!!! Finally, i've got it!! Thx DADDY... U're so great DAD.. hohoho.. ^^

Hm, saat kita belajar taat.. IA, Allah yang sedang melihat usaha dan juga hati kita.. ^^ So, Taat ma Allah?? Siapa takut.. ^^ SPIRIT!!! God bless u all ^^



We Need God

Beberapa minggu ini terjadi hal-hal yang tidak terduga. Dimulai dari yang diinginkan bahkan hingga yang tidak diinginkan.. Membuatku semakin banyak berpikir dan belajar bersyukur :)

Hm, aku ingat.. Beberapa hari lalu, ada yang mengatakan "Saat manusia ada masalah, baru mendekat pada Allah.. Sedangkan saat senang, manusia cenderung melupakan Allah".. Statement ini tidak sepenuhnya salah, karena manusia dipenuhi dengan keegoisannya. Namun hal yang mengagetkanku adalah timpalan dari yang lain. Ada yang menimpali dengan, "Manusia'kan munafik"..

Kalimat terkhir ini membuat ku berpikir extra. Apakah dengan mendekat pada Allah atau menjauh dari Allah, itu merupakan bentuk kemunafikkan manusia? Hm, setelah direnungkan.. Allah memberikan jawaban itu.. Bukan merupakan bentuk kemunafikkan manusia.. Tapi saat manusia sedih atau memiliki masalah baru mengingat Allah, ini adalah bukti bahwa manusia tidak dapat hidup sendiri dan manusia membutuhkan pribadi yang dapat melakukan sesuatu yang lebih dari yang dapat dilakukannya sendiri.. Terlebih dari itu semua, manusia membutuhkan "pegangan", tanpa ini, manusia tidak memiliki arah hidup dan akan menjadi bingung dalam menghadapi semua masalahnya..

Jikalau dalam keadaan senang, manusia melupakan Allah.. Ini hal yang sering kulihat. Dan tanpa menutup-nutupi, aku juga sering berbuat hal ini.. Maka dari itu muncul peribahasa, "Habis manis sepah dibuang".. Itulah manusia.. Namun, luar biasanya Allah kita adalah saat kita terkesan mencampakkanNya, Ia tetap Allah yang membuka kedua belah tanganNya untuk menyambut kedatangan kita..

Tapi hal ini mengingatkan kita untuk tetap berada dekat dengan Allah.. "Karena hanya dekat Allah saja aku tenang", seperti yang diucapkan Daud.. Dan hal ini berlaku bagi kita semua.. Hanya dekat dengan Allah saja kita tenang.. SEMANGAT!!! Jbu



Thursday, July 30, 2009

Keep Praying

Banyak hal yang terjadi belakangan ini.. Dari kejadian demi kejadian, menyadarkan aku, betapa BAPA menjaga dan mengasihi aku dan keluarga ku ^^ Beberapa waktu lalu, aku keluar kota.. Tepatnya pergi ke tempat di mana papa ku bekerja (Riau).. Sekitar 2 minggu aku di sana.. Terjadi banyak hal di sana.. Dimulai dari seringnya mati lampu, sampai kesulitan mencari tempat ibadah.. Dari semua ini, aku belajar mengucap syukur atas setiap keadaan yang ada.. Bersyukur dan tetap melibatkan Allah dalam setiap hal yang kulakukan..

Minggu pertama disana, aku sudah merencanakan untuk mencari tempat ibadah.. Namun, kendala yang ku temui adalah aku tidak begitu mengenal daerah Riau.. Karena kepergianku ini, baru kali kedua.. Aku benar-benar berdoa, agar aku mendapatkan tempat untuk beribadah.. Aku memiliki komitmen untuk tidak bolong ibadah, meski hanya seminggu saja..

Dengan kukumpulkan segenap keberanian ku, aku mengungkapkan pada papa ku, aku ingin mencari tempat beribadah.. Jujur saja, aku takut.. Karena papa ku sampai saat ini belum mengenal Tuhan.. Tapi ketakutan ini tidak dapat mengalahkan kekuatan komitmenku.. Aku-pun melontarkan pertanyaanku, "Pa, di sini, gereja ada dimana ya?"

Hening, tiada jawaban.. Raut muka papa ku?? Aku tak berani melihatnya.. Seketika nyali ku ciut.. Namun, saat itu juga, terlintas dalam benak ku.. "DAD, help me.. deg-degan banget ni".. Saat itu, papa ku hanya bergumam.. Ku pikir papa sedang mengumpulkan tenaga untuk marah.. *walah2.. Namun, ternyata.. "Papa pernah lihat, tapi agak lupa.. Besok (minggu) cari aja".. Huwh, tidak marah.. Tapi, pernyataan ini menggantung.. Antara papa membantu aku mencarinya atau aku yang pergi sendiri.. Aku tidak berani banyak berharap.. Hanya berdoa, agar aku dapat menemukan tempat ibadah tersebut..

Pada minggu paginya, aku bangun lebih awal dan bersiap-siap untuk pergi sarapan bersama papaku.. Dikala aku bersiap-siap, papa ku berkata "Ayo cepetan".. Aku-pun membalas, "Ngapain sih cepet2?? Baru juga jam 7".. "Kan mau cari gereja", balas papaku..

WAW!!! Aku kaget sekaligus terharu.. Bukan aku yang mengingatkan, melainkan papaku sendiri.. Thx DAD!!! It's really amazing.. Belum sampai sini saja.. Seusai sarapan, aku, papa dan adik ku pun memutari kota Riau mencari tempat beribadah untuk ku.. Sejam.. Dua jam, belum ditemukan tempat ibadah.. Adik ku sudah menggerutu, meminta pulang.. Papa ku, hanya dengan santai menyetir dan berkata, "Tunggu sampai ketemu dulu ya"..

No words can describe how i feel.. Aku benar-benar speechless.. T,T Dua jam lewat, akhirnya ditemukan tempat ibadah.. Ibadah dimulai pukul 11.15 WIB. Masih ada waktu setengah jam.. Kami-pun pulang, sekalian mengantar adik ku.. Berhubung tempat ibadah dan tempat tinggal ku dekat, kami berangkat pukul 11.. Aku berniat mengajak papa ku, namun papa sudah berkata duluan "Papa ga bisa temenin.. Ada urusan".. Yaaaa, sedikit kecewa.. But, it's ok.. Dengan usaha papa ku mencarikan tempat ibadah saja, aku percaya Allah punya waktu-Nya tersendiri *Amin..

Hm, aku tidak dapat mengubah keadaan.. Tapi aku percaya, doa dapat mengubahnya.. Keep Praying n Keep Trusting Him.. DIA, Allah yang tak pernah lalai.. Aku benar2 bersyukur.. Aku juga akan terus-menerus berdoa untuk keselamatan keluarga ku.. Dan aku percaya, hingga waktunya nanti, aku dan keluarga ku akan bernyanyi...

Bersama k'luargaku melayani Tuhan
Bersatu s'lamanya, mengasihi Engkau
Tiada yang dapat melebihi kasih-Mu ya, Tuhan
Bagi kami Engkau segalanya..

Orang-orang yang menabur dengan mencucurkan air mata,
akan menuai dengan bersorak-sorai.
Mazmur 126 : 5


Song by : Robert & Lea

Friday, July 3, 2009

Just Be Your Self

Met pagi menjelang siang :D Dah lama tidak corat mencoret.. Kangen juga.. Hm, karena beberapa hal, sempat ga bisa nulis blog.. Wele2.. Tapi Praise GOD sekarang dah bisa ^^

Beberapa hari ini, aku lagi diingetin mengenai 'Menjadi diri sendiri'.. Just to be honest, aku sering berpikir.. Kenapa aku tidak seperti ini, kenapa tidak seperti itu?? Kenapa aku tidak bisa melakukan ini, kenapa tidak juga bisa melakukan itu?? Meski kusadari, setiap manusia memiliki kekurangan dan kelebihan.. Tapi tidak dapat kututupi, bahwa pikiran ini masi sering muncul dalam benakku.. hm, berpikir seperti ini sungguh menguras tenaga saja..

Beberapa hari lalu, tepat na hari rabu, sehari setelah libur kuliah, aku mengalami kebosanan yang amat sangat.. Beberapa kali mencari hal yang bisa kulakukan.. Membaca, nonton dan lain sebagainya.. Setelah semua habis ku baca dan ku tonton, karena kebetulan tinggal sisa2 bacaan dan tontonan saja, kebosanan ku mulai memuncak.. Ditengah-tengah kebosanan itu, aku ber-sms-ria dengan beberapa keluarga ku.. Mereka yang sms-an dengan ku sedang melakukan aktifitas yang mereka senangi, diantaranya bermain game, facebook-an, salon, etc..

Sempat terpikir oleh ku.. Kenapa aku tidak suka bermain game? Kenapa tidak suka akan hal2 yang berbau kewanitaan, seperti salon, etc? Aku bukan tidak suka sama sekali dengan game, tapi cenderung biasa saja.. Alhasil, aku mencoba browsing game di google.. Bermain, hanya sebentar sekali.. Kebosanan ku muncul kembali.. Weleh2...

Hm, setelah beberapa hal ku lakukan karena mencoba untuk mengikuti orang lain, demi mengurangi kebosanan ku.. Hasilnya sama saja, bosan tidak kurang, menambah iya.. Huffff... Hingga sorenya, saat sedang ber-saat teduh ria.. Kusadari, "Hari ini bukan gue banget".. Aku sedang menjalani aktifitas2 yang berbeda, lebih tepat dikatakan, aku sedang memaksakan diriku sendiri..

Saat teduh ku memakai buku "90 Hari Your Best Life Now" dari Om Joel Osteen.. Tepat dengan yang kualami, seperti tertegur rasanya.. Kenapa aku tidak menjadi diriku sendiri?? Kenapa aku ingin seperti orang lain?? Hm, Bapa menciptakanku unik.. Berbeda dari yang lainnya, karena memiliki suatu tujuan.. Bapa rindu aku untuk menjadi diri ku sendiri, bukan orang lain.. Karena kalau Bapa ingin aku seperti orang lain, IA akan menciptakan ku seperti orang lain..

Yah, kebenaran yang menyejukan hati ku :) Bersyukur Allah menerima aku apa adanya.. Bersyukur Allah menciptakan aku dengan kekurangan bukan karena tidak sengaja, melainkan karena IA ingin aku menyadari aku memerlukanNya dan memerlukan sesama ku :D Terlebih, aku bersyukur karena aku mengenalNya.. ^^

Just be your self.. Kata-kata yang sering terdengar namun sulit dilakukan *bagiku.. But, i'll try my best.. Karena saat aku menjadi diriku sendiri, aku sedang bersyukur akan karya agung yang Allah ciptakan dalam diriku ini ^^

All Glory to U, DAD ^^
Luph U so MUCH!!!!



Blog ini, blog yang simple.. Tapi pembuatan blog ini mempunyai tujuan.. Tujuan utama saya membuat blog ini adalah saya rindu memberkati banyak orang lewat pengalaman hidup saya, kata-kata bijak yang ada dan lain sebagainya.. Memberkati saudara-saudara seiman yang telah percaya kepada Yesus, dan semakin berdiri teguh dalam imannya.. Juga memberkati setiap mereka yang lainnya :) Saya rindu tulisan-tulisan dalam blog ini dapat menginspirasi orang banyak.. Blog ini dibuat sebagai langkah awal untuk menggapai mimpi saya, yaitu menjadi seorang penulis.. Harapan saya adalah semoga blog ini memberkati anda semua.. Namun terlebih dari semua itu, Saya rindu untuk membuat BAPA tersenyum atas semua yang saya lakukan :) Tuhan Yesus berkati.. SEMANGAT!!
Mengenai blog ini saya telah menjelaskan (sedikit) jelas di sini