Showing posts with label Article. Show all posts
Showing posts with label Article. Show all posts

Wednesday, November 26, 2008

GOD's Know

Jika kamu merasa lelah dan tak berdaya
dari usaha yang sepertinya sia-sia...

Tuhan tahu betapa keras kamu telah berusaha..

Ketika kamu sudah menangis sekian lama
dan hatimu masih terasa pedih..
Tuhan sudah menghitung airmatamu..

Jika kamu berpikir bahwa hidupmu sedang menunggu sesuatu
dan waktu serasa berlalu begitu saja..
Tuhan sedang menunggu bersama denganmu..

Ketika kamu merasa sendirian
dan teman-temanmu terlalu sibuk untuk menelepon..

Tuhan selalu berada disampingmu..

Ketika kamu berpikir bahwa kamu sudah mencoba segalanya
dan tidak tahu hendak berbuat apa lagi..

Tuhan punya jawabannya..

Ketika segala sesuatu menjadi tidak masuk akal
dan kamu merasa tertekan..

Tuhan dapat menenangkanmu..

Jika tiba-tiba kamu dapat melihat jejak-jejak harapan..
Tuhan sedang berbisik kepadamu..

Ketika segala sesuatu berjalan lancar
dan kamu merasa ingin mengucap syukur..

Tuhan telah memberkatimu..

Ketika sesuatu yang indah terjadi
dan kamu dipenuhi ketakjuban..

Tuhan telah tersenyum padamu..

Ketika kamu memiliki tujuan untuk dipenuhi
dan mimpi untuk digenapi..

Tuhan sudah membuka matamu
dan memanggilmu dengan namamu..

Ingatlah!!
Dimanapun kamu
atau kemanapun kamu menghadap..
Tuhan tahu dan Tuhan ada di sana..

Source : Email

Sunday, November 9, 2008

Gift

Ada dua orang pria, keduanya sedang menderita sakit serius, menempati kamar perawatan yang sama di sebuah rumah sakit. Pria yang satu diijinkan untuk duduk selama satu jam setiap sore guna membantu mengurangi cairan dari dalam paru-parunya. Tempat tidunya tepat berada di sisi satu-satunya jendela di kamar itu. Pria yang lain harus selalu berbaring. Kedua pria tersebut berbicara setiap saat, dari mulai istri dan keluarga, rumah, pekerjaan, keterlibatan mereka dalam wajib militer, kemana mereka pernah berlibur dan lain-lain.

Setiap sore ketika pria yang tidur disisi jendela mendapat kesempatan untuk duduk, ia akan selalu menyebutkan berbagai hal yang terlihat diluar jendela bagi temannya yang harus berbaring. Pria yang selalu berbaring itu merasa hidup selama satu jam itu dimana dunianya terasa lebih luas dan menjadi lebih hidup dengan semua kegiatan dan warna yang terdapat diluar sana.

Jendela ini menghadap ke arah taman dimana terdapat sebuah danau. Banyak bebek dan angsa yang sedang berenang sedangkan anak-anak bermain perahu kecil. Banyak pasangan muda yang saling bergandengan tangan berjalan diantara bunga-bunga beraneka warna dilatarbelakangi pemandangan gedung-gedung pencakar langit di kejauhan. Disaat pria yang duduk di dekat jendela menyebutkan semua yang dilihatnya secara detil, pria yang satu lagi akan memejamkan mata sambil membayangkan apa yang terjadi.

Satu sore yang indah, pria yang duduk di dekat jendela menceritakan adanya parade musik yang lewat. Walaupun pria yang satu lagi tidak mampu mendengar musik yang dimainkan – tetapi ia dapat melihatnya. Ia dapat melihatnya melalui pikiran disaat pria yang berdiri di jendela itu menceritakannya dengan lengkap.

Hari demi hari dan minggu demi minggu pun berlalu. Satu hari, suster jaga di pagi hari tiba dengan membawa air guna memandikan mereka, tetapi ternyata pria yang duduk di tepi jendela telah meninggal dunia dalam tidurnya dengan damai. Sang suster menjadi sangat sedih dan memanggil petugas rumah sakit lainnya untuk membawa pergi jenazah sang pria.

Sesudah semua selesai, pria yang satu lagi meminta ijin untuk dipindahkan ke dekat jendela. Suster tersebut memindahkannya dengan senang hati, dan sesudah memastikan semuanya beres, ia meninggalkan sang pria sendiri.

Perlahan-lahan, disertai dengan rasa sakit, ia mencoba bertumpu pada satu sisi untuk melihat dunia luar. Sambil menahan sakit, ia mencoba memutar kepalanya untuk melihat ke arah jendela di samping tempat tidurnya. Ternyata yang ada hanyalah sebuah dinding. Sang pria tersebut bertanya kepada sang juru rawat apa yang menyebabkan pria yang telah meninggal itu menyebutkan berbagai hal yang indah dan terjadi di luar jendela. Sang juru rawat berkata bahwa pria tersebut adalah tuna netra dan bahkan tidak dapat melihat ada dinding disitu. “Mungkin ia hanya ingin memberimu semangat” kata juru rawat

. . . . . . . . . .

Terdapat kebahagiaan ketika kita dapat membuat orang lain bahagia, apa pun situasi yang kita hadapi. Berbagi kesedihan hanyalah separuh dari penderitaan, tapi ketika kebahagiaan dibagi,akan menjadi berlipat ganda. Jika kamu ingin merasa kaya, cobalah hitung semua hal yang kamu miliki yang tidak dapat dibeli dengan uang.

Hari ini adalah sebuah “gift”,
itulah sebabnya mengapa disebut “present”

Sumber : Email

Tuesday, November 4, 2008

Waktu

Jika setiap pagi bank memberi kamu pinjaman uang sebesar Rp. 86.400,- bebas untuk digunakan hanya pada hari itu saja, apa yang akan kamu lakukan? Pastinya kamu akan memanfaatkan uang itu sebaik-baiknya sebelum hari itu berakhir. Daripada hangus begitu saja, ya ga?

Kita semua memiliki bank seperti itu, namanya WAKTU. Setiap pagi, ia akan memberi kita pinjaman 86.400 detik yang akan hangus jika tidak digunakan pada hari itu juga. Tidak ada waktu tambahan dan tidak ada juga “uang muka” untuk pinjaman esok harinya. Jadi, gunakan waktu mu sebaik-baiknya dan mulailah bertindak sekarang juga.


Agar tahu pentingnya waktu SETAHUN,
tanyakan pada murid yang tidak naik kelas.

Agar tahu pentingnya waktu SEBULAN,
tanyakan pada ibu yang melahirkan bayi prematur

Agar tahu pentingnya waktu SEHARI,
tanyakan pada tukang bakso yang tidak bisa jualan hari ini.

Agar tahu pentingnya waktu SEMENIT,
tanyakan pada orang yang ketinggalan pesawat terbang

Agar tahu pentingnya waktu SEMILIDETIK,
tanyakan pada peraih medali perak cabang renang di Olimpiade

Source : E-mail

Monday, November 3, 2008

Berpikir Besar

Saat Tuhan meletakkan sebuah impian dalam hatimu,
Saat IA memberi kesempatan pada jalanmu,
Apakah kamu melangkah dengan tegas?

Sambil mengharapkan yang terbaik,
Sambil menuju ke depan dengan percaya diri,
Dengan mengetahui bahwa kamu benar-benar sanggup melakukan apa yang Tuhan ingin kamu lakukan?

Atau kamu mundur,
Menyerah dengan ketakutan..
Dan berkata "Aku tidak sanggup dan tidak akan pernah bisa melakukannya.."

Tuhan mau melakukan sesuatu yang baru dalam kehidupanmu..
Tetapi kamu harus melakukan bagianmu,
dan keluar dari zona aman mu..
Mulai-lah berpikir besar!!

- Joel Osteen -
"Your Best Life Now"

Tuesday, October 21, 2008

Do you love ME?

Suatu pagi, aku terbangun untuk melihat matahari terbit..
"Ah ciptaan Tuhan memang begitu indah!" Sambil menyaksikan semua ini, aku memuji-muji Tuhan atas karyaNya yang begitu indah. Saat aku terduduk di situ, aku merasakan kehadiran Allah, Tuhanku Yesus Kristus datang kepadaku dan bertanya, ''Apakah engkau mencintai Aku?'' aku menjawab, ''Tentu saja, Engkau adalah Tuhan dan Juruselamatku !''

Kemudian Ia bertanya, ''Sekiranya tubuhmu cacat, apakah engkau akan tetap mencintai Aku?''.
Aku tertegun dan melihat kedua kaki dan tanganku, alangkah sulitnya hidup ini dengan tubuh yang cacat! tetapi aku menjawab, ''Tuhanku, jika aku cacat akan sangat susah bagiku, tetapi aku akan tetap mencintai Engkau.''

Kemudian Tuhan Yesus bertanya, ''Sekiranya matamu tidak dapat melihat, apakah engkau akan tetap bersyukur atas segala ciptaanKu?''.
Secara tiba-tiba aku terbayang orang-orang tuna-netra di seluruh dunia dan bagaimana mereka tetap memuji dan bersyukur atas segala ciptaan Tuhan. Jadi aku menjawab, ''Alangkah sulitnya jika aku tidak dapat melihat, Tuhanku, tetapi aku tetap bersyukur atas segala ciptaanMu.''

Kemudian Tuhan Yesus berkata, ''Sekiranya engkau tidak dapat mendengar,apakah engkau tetap setia kepada setiap firmanKu?''
Lalu aku berfikir, bagaimana mungkin aku mendengarkan Firman Allah jika aku tuli? Tetapi kemudian aku tersentak dan menyadari bahwa aku perlu mendengar Firman Allah dengan hati, bukan dengan telinga saja. Maka aku menjawab, ''Alangkah sulitnya Tuhan, jika aku tuli, tetapi aku akan tetap mendengar segala FirmanMu.''

Kemudian Tuhan Yesus bertanya, ''Sekiranya engkau tidak dapat berkata-kata dalam hidupmu, apakah engkau akan tetap memuji namaKu?''
Bagaimana mungkin aku menyampaikan puji-pujian tanpa suara? Tetapi aku-pun sadar bahwa Tuhan ingin puji-pujian itu berasal dari hatiku yg paling dalam dan dari seluruh ketulusan jiwaku. Maka aku menjawab, ''Alangkah sulitnya, Tuhan, jika aku tidak dapat berkata-kata, tetapi aku akan tetap bernyanyi di dalam hatiku, memuji dan bersyukur padaMu.''

Kemudian Tuhan Yesus kembali bertanya, ''Apakah engkau mencintai Aku?''
Dengan penuh keyakinan aku menjawab, ''Ya Tuhanku, aku mencintai Engkau karena Engkau Allah Yang Maha Kuasa!''
Aku pikir, aku telah menjawab pertanyaan Tuhanku dengan baik...

Kemudian Tuhan Yesus menjawab, ''Lalu, mengapa engkau tetap berbuat dosa? Mengapa engkau menjauh dariKu disaat-saat kesukacitaanmu? Dan engkau mencari-cari Aku dalam seruan doa-doamu disaat kesusahanmu?''
Aku tidak dapat menjawab, hanya airmata yang mulai mengalir..

Kemudian Tuhan Yesus melanjutkan, ''Mengapa engkau hanya bernyanyi memujiKu disaat kebaktian dan retretmu? Mengapa engkau mancari-cari Aku hanya saat beribadah? Mengapa engkau meminta-minta terus hanya untuk kepuasan dirimu sendiri? Mengapa engkau meminta-minta padaKu tanpa kesetiaan?''
Air mataku terus mengalir..

''Mengapa engkau tidak menyampaikan FirmanKu kepada semua orang? Mengapa engkau mencari-cari alasan saat Aku memberikanmu kesempatan untuk memuliakan NamaKu?''
Aku mencoba menjawab, tetapi tidak ada yang dapat aku katakan..

''Engkau telah Kuberkati dengan hidup. Aku menciptakanmu bukan untuk menyia-nyiakan pemberianKu itu. Aku telah memberkatimu dengan berbagai talenta untuk melayaniKu dengan kasih.. Tetapi engkau terus berpaling daripadaKu. Aku telah menyingkapkan FirmanKu kepadamu, tetapi engkau tidak bertambah dalam pengertianmu. Aku telah berbicara kepadamu, tetapi telinga dan hatimu tertutup rapat. Aku telah menunjukkan berkat-berkatKu kepadamu, tetapi matamu tidak mau melihat. Tetapi Aku telah mendengarkan doa-doamu anakKu, dan Aku telah menjawabnya.''

''Apakah engkau mencintai Aku?'' tanya Tuhan Yesus sekali lagi.
Aku tidak bisa menjawab. Aku teramat sedih dan malu, aku tidak memiliki alasan lagi. Setelah aku meratap dalam tangis, aku berkata, ''Ampuni aku Tuhan, aku tidak layak menjadi anakMu.''

Tuhan Yesus melihat kearahku dan berkata, ''AnakKu, anakKu yang Kukasihi, Aku sangat mencintaimu..'' sambil memelukku, aku menjawab, ''Mengapa engkau selalu mau mengampuni aku? Mengapa engkau mengasihi aku seperti ini?''

Tuhan Yesus sambil memelukku menjawab, "Karena engkau adalah ciptaanKu. Engkau adalah anakKu. Aku tidak pernah meninggalkan engkau.. Di saat engkau menangis, Aku tahu kesedihanmu dan Akupun menangis disisimu.. Di saat engkau bersukacita, Akupun tertawa bersamamu.. Di saat engkau putus asa, Aku datang memberikan semangat baru bagimu. Di saat engkau terjatuh, Aku mengulurkan tanganKu untuk mengangkatmu. Di saat engkau lelah, Aku mengangkatmu didalam dekapan pelukanKu, Aku akan selalu bersamamu dan mencintaimu sampai segala akhir zaman.''

Aku tidak pernah menangis seperti itu.. Bagaimana mungkin aku bisa begitu dingin kepada Allahku? Bagaimana mungkin aku menyakiti hati Tuhan.. Setelah begitu banyak yang telah dilakukanNya bagiku?

Lalu aku bertanya kepada Tuhan Yesus, ''Tuhan, seberapa besarnya kasihMu bagiku?''
Kemudian Tuhan Yesus membuka tanganNya lebar-lebar. Dan aku melihat tanganNya yang berlubang paku di kayu salib, dan aku teringat akan segala kesengsaraanNya, kesengsaraan sampai mati, karena Kasih..

Aku tersungkur di kaki Kristus, Juruselamatku. Bersujud dan menangis..

Sumber : Email

Thursday, October 16, 2008

Friday, October 10, 2008

Kenali-lah

Seorang guru bernama Ny. Thompson. Ia berdiri di depan ruang kelas 5 pada hari pertama tahun pengajaran, dan berbohong kepada murid-muridnya. Seperti kebanyakan pengajar, ia memandang ke seluruh murid dan berkata bahwa ia memperhatikan seluruh murid dengan adil. Tetapi hal itu tidak mungkin, karena di barisan depan, ada seorang anak yang duduk dengan menggelesot namanya Teddy Stoddard.

Ny. Thompson sudah mengawasi Teddy setahun sebelumnya dan ia memperhatikan bahwa dia tidak bisa bermain dengan baik dengan anak-anak yang lain karena bajunya morat marit dan terlihat selalu perlu untuk dimandikan. Dan Teddy bisa jadi tidak suka. Itu semua mendapat penilaian, dimana Ny.Thompson kenyataannya akan memberikan tanda khusus di laporan Teddy dengan tinta merah besar, membuat X tebal dan memberi tanda F besar di atas kertas laporan Teddy.

Di sekolah tempat Ny.Thompson mengajar, ia diminta untuk melihat ulang catatan murid-muridnya di tahun sebelumnya, dan ia membiarkan cacatan Teddy di giliran terakhir. Saat membaca catatan Teddy ia terkejut.

Guru kelas satu Teddy menulis,Teddy adalah anak yang cemerlang dan ceria. Ia mengerjakan perkerjaannya dengan rapi dan memiliki hal-hal yang baik.Ia membawa kegembiraan bagi sekitarnya.
Guru kelas duanya menulis, Teddy adalah murid yang sempurna, sangat disukai oleh seluruh temannya, tetapi ia terganggu karena ibunya sakit stroke dan untuk tinggal di rumah adalah suatu perjuangan bagi Teddy.
Guru kelas tiganya menulis, Ia mendengar kematian ibunya. Ia berusaha untuk melakukan yang terbaik, tetapi ayahnya tidak menunjukkan ketertarikannya dan kehidupan di rumah akan segera mempengaruhinya jika tidak ada langkah-langkah yang dilakukan.
Guru kelas empat Teddy menulis, Teddy menjadi mundur dan tidak tertarik ke sekolah. Ia tidak punya banyak teman dan terkadang tertidur di kelas..

Setelah itu, Ny. Thompson menyadari masalahnya dan dia malu terhadap dirinya sendiri. Ia merasa tidak enak ketika murid-muridnya membawa hadiah natal, dibungkus dengan pita-pita yang indah dan kertas yang menyala, kecuali pemberian Teddy. Hadiah dari Teddy kumal bentuknya dan dibungkus dengan kertas coklat yang diambil dari tas belanja.

Ny.Thompson dengan terharu membuka kado Tedy ditengah-tengah kado yang lain. Anak-anak mulai tertawa saat ia menemukan gelang batu dimana beberapa batunya hilang, dan sebuah botol yang berisi parfum setengahnya. Tetapi ia menyuruh murid-muridnya diam dan menyatakan bahwa gelang pemberian Teddy sangat indah, serta mengoleskan parfum di pergelangan tangannya.

Setelah sekolah usai, Teddy Stoddard tetap tinggal, menunggu cukup lama untuk mengatakan, "Ny. Thompson, hari ini bau wangi anda seperti ibu saya". Setelah murid-muridnya pergi, Ny.Thompson menangis hampir selama satu jam. Hari berikutnya Ny.Thompson berhenti untuk mengajar membaca, menulis dan aritmatika.. Sebagai gantinya ia mulai mengajar anak didiknya. Ny. Thompson memberi perhatian khusus kapada Teddy. Selama bekerja dengannya, pikiran Teddy mulai hidup. Semakin ia mendorong Teddy, semakin cepat Teddy memberikan tanggapan.

Di akhir tahun, Teddy menjadi anak terpandai di kelas, akan tetapi Ny. Thompson jadi berbohong dengan mengatakan bahwa ia akan memperhatikan murid-muridnya secara adil, karena Teddy telah menjadi murid kesayangannya.

Satu tahun berlalu, Ny. Thompson menemukan sebuah surat dibawah pintu, dari Teddy, yang mengatakan bahwa ia adalah guru terbaik yang pernah dimiliki sepanjang hidupnya.

Enam tahun berlalu sebelum ia menerima surat yang lain dari Teddy. Ia menulis sudah menamatkan SMU, ranking tiga di kelas, dan Ny.Thompson tetap guru terbaik yang pernah dimiliki sepanjang hidupnya.

Empat tahun berikutnya, ia menerima surat yang lain, mengatakan bahwa saat orang memikirkan banyak hal, ia tetap tinggal di sekolah dan mempertahankannya, dan segera lulus dari akademi dengan penghargaan tertinggi. Dia meyakinkan Ny. Thompson, bahwa dia tetap guru yang disukai dan paling baik yang pernah dimiliki sepanjang hidupnya.

Kemudian empat tahun berlalu dan surat yang lain datang lagi.Saat ini dia menjelaskan setelah menyelesaikan gelar sarjananya, dia memutuskan untuk melanjutkan sedikit lagi. Surat itu menjelaskan bahwa Ny. Thompson tetap guru yang disukai dan paling baik yang pernah dimiliki sepanjang hidupnya. Tetapi namanya telah sedikit lebih panjang surat ditandatangani oleh Theodore F. Stoddard, MD.

Kisahnya tidak berakhir disini. Masih ada surat lagi pada musin semi itu. Teddy berkata bahwa ia bertemu dengan seorang gadis dan merencanakan untuk menikah. Ia mengatakan bahwa ayahnya telah meninggal beberapa tahun yang lalu dan dia berharap Ny. Thompson bersedia duduk di kursi yang biasanya disediakan untuk ibu pengantin. Tentu saja Ny. Thompson bersedia.

Dan coba tebak apa berikutnya? Ny. Thompson mengenakan gelang batu dimana beberapa batunya telah hilang. Dan ia memastikan memakai parfum yang diingat Teddy dipakai ibunya pada Natal sebelumnya bersama-sama. Mereka berpelukan, dan Dr. Stoddard berbisik di telinga Ny. Thompson, Terima kasih Ny. Thompson, anda mempercayai saya. Terima kasih karena sudah membuat saya merasa begitu penting dan memperlihatkan bahwa saya dapat membuat perubahan.

Ny. Thompson dengan air mata berlinang, balik berbisik. Ia berkata,Teddy, semua yang kamu katakan keliru.. Kamu adalah orang yang telah mengajari bahwa aku dapat membuat perubahan. Aku sungguh-sungguh tidak tahu bagaimana caranya mengajar sampai bertemu denganmu.

Sumber: Unknown
. . . . . . . . . .

Setiap kita memiliki kesempatan untuk merubah seseorang.. Bahkan setiap kita-pun memiliki kesempatan untuk memberikan yang terbaik bagi orang lain.. Memberikan yang terbaik lewat kasih, sikap, perhatian dan semua yang bisa kita lakukan.. Namun, sebelum pemberian itu kita berikan, satu hal yang kita perlukan.. Jangan melihat orang lain hanya dengan memilai penampilan atau apa yang ditunjukkannya.. Tapi kenalilah pribadinya lebih dekat dahulu, baru menilainya..

SEMANGAT memberi yang terbaik :D GOD bless you!!

Thursday, October 9, 2008

Keberadaan Allah, Takdir dan Setan

Ada seorang pemuda yang lama sekolah di negeri paman Sam kembali ketanah air. Sesampainya di rumah, ia minta kepada orang tuanya untuk mencari seorang guru agama, pastor atau siapapun yang bisa menjawab 3 pertanyaannya. Akhirnya Orang tua pemuda itu mendapatkan orang tersebut.

Pemuda: Anda siapa? Dan apakah bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan saya?
Guru : Saya hamba Allah dan dengan izin-Nya saya akan menjawab pertanyaan anda

Pemuda: Anda yakin? sedang Profesor dan banyak orang pintar saja tidak mampu menjawab pertanyaan saya.
Guru : Saya akan mencoba sejauh kemampuan saya

Pemuda: Saya punya 3 buah pertanyaan :
1. Kalau memang Tuhan itu ada, tunjukan wujud Tuhan kepada saya
2. Apakah yang dinamakan takdir
3. Kalau setan diciptakan dari api kenapa dimasukan ke neraka yang dibuat dari api, tentu tidak menyakitkan buat setan Sebab mereka memiliki unsur yang sama. Apakah Tuhan tidak pernah berfikir sejauh itu?

Tiba-tiba Guru agama tersebut menampar pipi si Pemuda dengan keras.

Pemuda (sambil menahan sakit): Kenapa anda marah kepada saya?
Guru : Saya tidak marah...Tamparan itu adalah jawaban saya atas 3 buah pertanyaan yang anda ajukan kepada saya..
Pemuda: Saya sungguh-sungguh tidak mengerti

Guru : Bagaimana rasanya tamparan saya?
Pemuda: Tentu saja saya merasakan sakit

Guru : Jadi anda percaya bahwa sakit itu ada?
Pemuda: Ya
Guru : Tunjukan pada saya wujud sakit itu !
Pemuda: Saya tidak bisa
Guru : Itulah jawaban pertanyaan pertama: kita semua merasakan keberadaan Tuhan tanpa mampu melihat wujudnya.

Guru : Apakah tadi malam anda bermimpi akan ditampar oleh saya?
Pemuda: Tidak
Guru : Apakah pernah terpikir oleh anda akan menerima sebuah tamparan dari saya hari ini?
Pemuda: Tidak
Guru : Itulah yang dinamakan Takdir

Guru : Terbuat dari apa tangan yang saya gunakan untuk menampar anda?
Pemuda: kulit
Guru : Terbuat dari apa pipi anda?
Pemuda: kulit
Guru : Bagaimana rasanya tamparan saya?
Pemuda: sakit
Guru : Walaupun Setan terbuat dari api dan Neraka terbuat dari api, Jika Tuhan berkehendak maka Neraka akan Menjadi tempat menyakitkan untuk setan.


Sumber : Un-Known

Thursday, July 17, 2008

Arsip Kehidupan

Cerita di bawah ini tentang Brian Moore yang berusia 17 tahun, ditulis olehnya sebagai tugas sekolah. Pokok bahasannya tentang sorga itu seperti apa.

"Aku membuat mereka terperangah, " kata Brian kepada ayahnya, Bruce. "Cerita itu bikin heboh. Tulisan itu seperti sebuah bom saja. Itulah yang terbaik yang pernah aku tulis." Dan itu juga merupakan tulisannya yang terakhir.

Orangtua Brian telah melupakan esai yang ditulis Brian ini sampai seorang saudara sepupu menemukannya ketika ia membersihkan kotak loker milik remaja itu di SMA Teays Valley, Pickaway County , Ohio.

Brian baru saja meninggal beberapa jam yang lalu, namun orangtuanya mati-matian mencari setiap barang peninggalan Brian: surat-surat dari teman-teman sekolah dan gurunya, dan PR-nya. Hanya dua bulan sebelumnya, ia telah menulis sebuah esai tentang pertemuannya dengan Tuhan Yesus di suatu ruang arsip yang penuh kartu-kartu yang isinya memerinci setiap saat dalam kehidupan remaja itu. Tetapi baru setelah kematian Brian, Bruce dan Beth, mengetahui bahwa anaknya telah menerangkan pandangannya tentang sorga. Tulisan itu menimbulkan suatu dampak besar sehingga orang-orang ingin membagikannya. "Anda merasa seperti ada di sana ," kata pak Bruce Moore.

Brian meninggal pada tanggal 27 Mei, 1997, satu hari setelah Hari Pahlawan Amerika Serikat. Ia sedang mengendarai mobilnya pulang ke rumah dari rumah seorang teman ketika mobil itu keluar jalur Jalan Bulen Pierce di Pickaway County dan menabrak suatu tiang. Ia keluar dari mobilnya yang ringsek tanpa cedera namun ia menginjak kabel listrik bawah tanah dan kesetrum.

Keluarga Moore membingkai satu salinan esai yang ditulis Brian dan menggantungkannya pada dinding di ruang keluarga mereka . "Aku pikir Tuhan telah memakai Brian untuk menjelaskan suatu hal. Aku kira kita harus menemukan makna dari tulisan itu dan memetik manfaat darinya," kata Nyonya Beth Moore tentang esai itu.

Nyonya Moore dan suaminya ingin membagikan penglihatan anak mereka tentang kehidupan setelah kematian. "Aku bahagia karena Brian. Aku tahu dia telah ada di sorga. Aku tahu aku akan bertemu lagi dengannya."

Inilah esai Brian yang berjudul "Ruangan"

Di antara sadar dan mimpi, aku menemukan diriku di sebuah ruangan. Tidak ada ciri yang mencolok di dalam ruangan ini kecuali dindingnya penuh dengan kartu-kartu arsip yang kecil. Kartu-kartu arsip itu seperti yang ada di perpustakaan yang isinya memuat judul buku menurut pengarangnya atau topik buku menurut abjad. Tetapi arsip-arsip ini, yang membentang dari dasar lantai ke atas sampai ke langit-langit dan nampaknya tidak ada habis-habisnya di sekeliling dinding itu, memiliki judul yang berbeda-beda.

Pada saat aku mendekati dinding arsip ini, arsip yang pertama kali menarik perhatianku berjudul "Cewek-cewek yang Aku Suka". Aku mulai membuka arsip itu dan membuka kartu-kartu itu. Aku cepat-cepat menutupnya, karena terkejut melihat semua nama-nama yang tertulis di dalam arsip itu. Dan tanpa diberitahu siapapun, aku segera menyadari dengan pasti aku ada dimana.

Ruangan tanpa kehidupan ini dengan kartu-kartu arsip yang kecil-kecil merupakan sistem katalog bagi garis besar kehidupanku. Di sini tertulis tindakan-tindakan setiap saat dalam kehidupanku, besar atau kecil, dengan rincian yang tidak dapat dibandingkan dengan daya ingatku. Dengan perasaan kagum dan ingin tahu, digabungkan dengan rasa ngeri, berkecamuk di dalam diriku ketika aku mulai membuka kartu-kartu arsip itu secara acak, menyelidiki isi arsip ini. Beberapa arsip membawa sukacita dan kenangan yang manis; yang lainnya membuat aku malu dan menyesal sedemikian hebat sehingga aku melirik lewat bahu-ku apakah ada orang lain yang melihat arsip ini.

Arsip berjudul "Teman-Teman" ada di sebelah arsip yang bertanda "Teman-teman yang Aku Khianati". Judul arsip-arsip itu berkisar dari hal-hal biasa yang membosankan sampai hal-hal yang aneh. "Buku-buku Yang Aku Telah Baca". "Dusta-dusta yang Aku Katakan". "Penghiburan yang Aku Berikan". "Lelucon yang Aku Tertawakan". Beberapa judul ada yang sangat tepat menjelaskan kekonyolannya: "Makian Buat Saudara-saudaraku".

Arsip lain memuat judul yang sama sekali tak membuat aku tertawa: "Hal-hal yang Aku Perbuat dalam Kemarahanku", "Gerutuanku terhadap Orangtuaku". Aku tak pernah berhenti dikejutkan oleh isi arsip-arsip ini. Seringkali di sana ada lebih banyak lagi kartu arsip tentang suatu hal daripada yang aku bayangkan. Kadang-kadang ada yang lebih sedikit dari yang aku harapkan. Aku terpana melihat seluruh isi kehidupanku yang telah aku jalani seperti yang direkam di dalam arsip ini.

Mungkinkah aku memiliki waktu untuk mengisi masing-masing arsip ini yang berjumlah ribuan bahkan jutaan kartu? Namun setiap kartu arsip itu menegaskan kenyataan itu. Setiap kartu itu tertulis dengan tulisan tanganku sendiri. Setiap kartu itu ditanda-tangani dengan tanda tanganku sendiri.

Ketika aku menarik kartu arsip bertanda "Pertunjukan- pertunjukan TV yang Aku Tonton", aku menyadari bahwa arsip ini semakin bertambah memuat isinya. Kartu-kartu arsip tentang acara TV yang kutonton itu disusun dengan padat, dan setelah dua atau tiga yard, aku tak dapat menemukan ujung arsip itu. Aku menutupnya, merasa malu, bukan karena kualitas tontonan TV itu, tetapi karena betapa banyaknya waktu yang telah aku habiskan di depan TV seperti yang ditunjukkan di dalam arsip ini.

Ketika aku sampai pada arsip yang bertanda "Pikiran-Pikiran yang Ngeres", aku merasa merinding di sekujur tubuhku. Aku menarik arsip ini hanya satu inci, tak mau melihat seberapa banyak isinya, dan menarik sebuah kartu arsip. Aku terperangah melihat isinya yang lengkap dan persis. Aku merasa mual mengetahui bahwa ada saat di hidupku yang pernah memikirkan hal-hal kotor seperti yang dicatat di kartu itu. Aku merasa marah.

Satu pikiran menguasai otakku: Tak ada seorangpun yang boleh melihat isi kartu-kartu arsip in! Tak ada seorangpun yang boleh memasuki ruangan ini! Aku harus menghancurkan arsip-arsip ini! Dengan mengamuk bagai orang gila aku mengacak-acak dan melemparkan kartu-kartu arsip ini. Tak peduli berapa banyaknya kartu arsip ini, aku harus mengosongkannya dan membakarnya. Namun pada saat aku mengambil dan menaruhnya di suatu sisi dan menumpuknya di lantai, aku tak dapat menghancurkan satu kartupun. Aku mulai menjadi putus asa dan menarik sebuah kartu arsip, hanya mendapati bahwa kartu itu sekuat baja ketika aku mencoba merobeknya. Merasa kalah dan tak berdaya, aku mengembalikan kartu arsip itu ke tempatnya. Sambil menyandarkan kepalaku di dinding, aku mengeluarkan keluhan panjang yang mengasihani diri sendiri.

Dan kemudian aku melihatnya. Kartu itu berjudul "Orang-orang yang Pernah Aku Bagikan Injil". Kotak arsip ini lebih bercahaya dibandingkan kotak arsip di sekitarnya, lebih baru, dan hampir kosong isinya. Aku tarik kotak arsip ini dan sangat pendek, tidak lebih dari tiga inci panjangnya. Aku dapat menghitung jumlah kartu-kartu itu dengan jari di satu tangan. Dan kemudian mengalirlah air mataku. Aku mulai menangis. Sesenggukan begitu dalam sehingga sampai terasa sakit. Rasa sakit itu menjalar dari dalam perutku dan mengguncang seluruh tubuhku. Aku jatuh tersungkur, berlutut, dan menangis. Aku menangis karena malu, dikuasai perasaan yang memalukan karena perbuatanku. Jajaran kotak arsip ini membayang di antara air mataku. Tak ada seorangpun yang boleh melihat ruangan ini, tak seorangpun boleh.

Aku harus mengunci ruangan ini dan menyembunyikan kuncinya. Namun ketika aku menghapus air mata ini, aku melihat Dia.

Oh, jangan! Jangan Dia! Jangan di sini. Oh, yang lain boleh asalkan jangan Yesus! Aku memandang tanpa daya ketika Ia mulai membuka arsip-arsip itu dan membaca kartu-kartunya. Aku tak tahan melihat bagaimana reaksi-Nya. Dan pada saat aku memberanikan diri memandang wajah-Nya, aku melihat dukacita yang lebih dalam dari pada dukacitaku. Ia nampaknya dengan intuisi yang kuat mendapati kotak-kotak arsip yang paling buruk.

Mengapa Ia harus membaca setiap arsip ini? Akhirnya Ia berbalik dan memandangku dari seberang di ruangan itu. Ia memandangku dengan rasa iba di mata-Nya. Namun itu rasa iba, bukan rasa marah terhadapku. Aku menundukkan kepalaku, menutupi wajahku dengan tanganku, dan mulai menangis lagi. Ia berjalan mendekat dan merangkulku. Ia seharusnya dapat mengatakan banyak hal. Namun Ia tidak berkata sepatah katapun. Ia hanya menangis bersamaku.

Kemudian Ia berdiri dan berjalan kembali ke arah dinding arsip-arsip. Mulai dari ujung yang satu di ruangan itu, Ia mengambil satu arsip dan, satu demi satu, mulai menandatangani nama-Nya di atas tanda tanganku pada masing-masing kartu arsip. "Jangan!" seruku bergegas ke arah-Nya. Apa yang dapat aku katakan hanyalah "Jangan, jangan!" ketika aku merebut kartu itu dari tangan-Nya. Nama-Nya jangan sampai ada di kartu-kartu arsip itu. Namun demikian tanpa dapat kucegah, tertulis di semua kartu itu nama-Nya dengan tinta merah, begitu jelas, dan begitu hidup. Nama Yesus menutupi namaku. Kartu itu ditulisi dengan darah Yesus! Ia dengan lembut mengambil kembali kartu-kartu arsip yang aku rebut tadi. Ia tersenyum dengan sedih dan mulai menandatangani kartu-kartu itu. Aku kira aku tidak akan pernah mengerti bagaimana Ia melakukannya dengan demikian cepat, namun kemudian segera menyelesaikan kartu terakhir dan berjalan mendekatiku. Ia menaruh tangan-Nya di pundakku dan berkata, "Sudah selesai!"

Aku bangkit berdiri, dan Ia menuntunku ke luar ruangan itu. Tidak ada kunci di pintu ruangan itu. Masih ada kartu-kartu yang akan ditulis dalam sisa kehidupanku..

"Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang k eka l." (Yohanes 3:16)

(Diterjemahkan oleh Hadi Kristadi)
Sumber : E-mail
. . . . . . . . . .

Hm, saat membaca mail ini.. Aku menitikkan air mata. Tersentak dan tak tahu ingin berbuat apa. Hal yang membuat ku tertegun adalah saat Brian membuka arsip berjudul "Orang-orang yang Aku Bagikan Injil".. Membuat ku berhenti membaca, dan menerawang.. Berusaha mengingat berapa orang yang telah aku beritakan mengenai Injil.. Jawabnya adalah sedikit.. :((

Hmmph... Aku mendapatkan satu gambaran mengenai hidup ini (lewat email ini tentunya).. Hidup kita ini bagaikan 'Artis'. Artis sebuah iklan maupun film.. Tapi yang jelas, setiap kehidupan kita sedang di sorot oleh berbagai macam camera!! Bukan camera yang kelihatan.. Tapi kehidupan kita sedang disorot menggunakan camera dari Surga!! Wew.. Saat menyadari hal ini, menyesakkan sekali.. Mengingat semua hal yang telah aku lakukan..

Tapi dengan ini, kita ditantang.. Mau ga kita hidup berbeda dengan dunia ini.. Menjadi terang dan garam dunia!! Namun bukan karena ada camera yang sedang menyoroti kehidupan kita.. Tapi karena setiap perubahan, ada karena kita mengasihi Allah..

Penuhi arsip-arsip dan camera-camera kita dengan perbuatan2 yang sesuai Firman!! SEMANGAT!! JESUS bless ya..

Tuesday, May 13, 2008

You called ME ...


Kamu menyebut AKU Jalan,
Namun kamu tidak mengikuti AKU..




Kamu menyebut AKU Terang,
Namun kamu tidak melihat AKU..




Kamu menyebut AKU Guru,
Namun kamu tidak mendengarkan AKU..




Kamu menyebut AKU Tuhan,
Namun kamu tidak melayani AKU..




Kamu menyebut AKU Kebenaran,
Namun kamu tidak percaya kepada-KU..

Janganlah heran bila hari itu tiba, AKU berkata padamu:
"AKU tidak pernah mengenal kamu!"
- Matius 7:23 -

Sunday, May 4, 2008

Nutrisi bagi 'tubuh' rohani mu..

Seorang jemaat menulis surat kepada editor sebuah surat kabar dan mengeluhkan kepada para pembaca bahwa dia merasa sia-sia pergi ke gereja setiap minggu.. Isi suratnya adalah sebagai berikut :
"Saya sudah pergi ke gereja selama 30 tahun dan selama itu saya telah mendengar 3,000 khotbah. Tapi selama hidup, saya tidak bisa mengingat satu khotbah pun. Jadi saya rasa saya telah memboroskan begitu banyak waktu. Demikian hal nya dengan para hamba Tuhan tersebut telah memboroskan waktu mereka dengan khotbah-khotbat itu."
Surat ini menimbulkan perdebatan yang hebat dalam kolom pembaca. Perdebatan itu berlangsung berminggu-minggu sampai akhirnya ada seseorang yang menulis seperti ini :
"Saya sudah menikah selama 30 tahun. Selama ini istri saya telah memasak 32,000 jenis masakan. Selama hidup, saya tidak bisa mengingat satu pun jenis masakan yang dimasakan oleh istri saya. Tapi saya tahu bahwa masakan-masakan itu telah memberi saya kekuatan yang saya perlukan untuk bekerja. Seandainya istri saya tidak memberikan makanan itu kepada saya, maka saya sudah lama meninggal."
Sejak itu, tidak ada lagi komentar mengenai surat pertama..
. . . . . . . .

Khotbah itu ibaratkan nutrisi bagi tubuh rohani kita.. Memang manfaatnya tidak selalu kelihatan secara langsung atau instant dan juga fantastis bagi kehidupan spiritual kita.. Tapi tanpa khotbah, kerohanian kita akan kurus, kurang gizi, dan lama-kelamaan akan mati..

Sama halnya dengan Saat Teduh, Doa dan juga membaca Firman.. So, milikilah waktu-waktu untuk membangun hubungan pribadi dengan Tuhan lewat Saat Teduh, Doa dan juga membaca Firman :) Sudahkah kamu Saat Teduh, Berdoa dan membaca Firman hari ini?? ^^ Kalau belum.. Yuk, Saat Teduh, Doa n Baca Firman dulu :D

JESUS bless u..

Sunday, April 27, 2008

Not Enough


It's not enough to have a dream,
Unless you're willing to pursue it..

It's not enough to know what's right,
Unless you're strong enough to do it..

It's not enough to learn the truth,
Unless you also learn to live it..

It's not enough to reach for love,
Unless you care enough to give it..

- Unknown -

Saturday, April 26, 2008

Pohon mana ya??

Termasuk kategori pohon apakah Anda ?

Cari tahu karakteristik Anda berdasarkan jenis pohon yang ada di dunia, hanya berpatokan dengan tanggal kelahiran Anda. Selamat mencoba !

Tanggal Kelahiran

Jenis Pohon

23 Desember - 1 Januari

Apel

2 Januari - 11 Januari

Fir

12 Januari - 24 Januari

Elm

25 Januari - 3 Februari

Cypress

4 Februari - 8 Februari

Poplar

9 Februari - 18 Februari

Cedar

19 Februari - 28 Februari

Pinus / Pine

1 Maret - 10 Maret

Weeping Willow

11 Maret - 20 Maret

Lime

21 Maret

Oak

22 Maret - 31 Maret

Halzelnut

1 April - 10 April

Rowan

11 April - 20 April

Maple

21 April - 30 April

Walnut

1 Mei - 14 Mei

Poplar

15 Mei - 24 Mei

Chestnut

25 Mei - 3 Juni

Ash

4 Juni - 13 Juni

Hornbeam

14 Juni - 23 Juni

Fig

24 Juni

Birch

25 Juni - 4 Juli

Apel

5 Juli - 14 Juli

Fir

15 Juli - 25 Juli

Elm

26 Juli - 4 Agustus

Cypress

5 Agustus - 13 Agustus

Poplar

14 Agustus - 23 Agustus

Cedar

24 Agustus - 2 September

Pinu / Pine

3 September - 12 September

Weeping Willow

13 September - 22 September

Lime

23 September

Olive

24 September - 3 Oktober

Hazelnut

4 Oktober - 13 Oktober

Rowan

14 Oktober - 23 Oktober

Maple

24 Oktober - 11 November

Walnut

12 November - 21 November

Chestnut

22 November - 1 Desember

Ash

2 Desember - 11 Desember

Hornbeam

12 Desember - 21 Desember

Fig

22 Desember

Beech

APEL, Si Cinta

Penuh pesona dan daya tarik, menyenangkan, petualang, senstif, selalu dalam cinta, suka dicintai dan mencintai, teman yang penyayang dan dapat dipercaya, sangat dermawan, pemikiran teknis, hidup untuk hari ini, ahli filsafat penuh imaginasi

FIR, Si Misterius
Citra rasa luar biasa, mulia, menyukai sesuatu yang indah, perasa, keras kepala, egois, agak modis, sangat ambisius, berbakat, banyak teman, banyak musuh, dapat diandalkan

ELM, Si Mulia

Mempunyai fisik yang menyenangkan, modis, tidak gampang memaafkan kesalahan, periang, suka memimpin dan tidak menyukai dipimpin, teman yang jujur dan setia, suka mengetahui semua karakter orang dan memberi keputusan, dermawan, sense of humor yang baik, praktis

CYPRESS, Si Setia

Kuat, mudah beradaptasi, periang, optimis, memerlukan uang dan pendidikan yang cukup, benci kesendirian, pecinta yang tidak pernah puas, setia, pemarah, tidak dapat diatur, dan ceroboh

POPLAR, Si Tidak Pasti

Sangat dekoratif, tidak percaya diri, berani jika diperlukan, memerlukan lingkungan yang berkeinginan baik dan menyenangkan, sangat pemilih, sering sendiri, pendendam, bakat artistik, organizer yang baik, cenderung berfilososfi, dapat diandalkan di berbagai situasi, memandang hubungan dengan serius

CEDAR , Si Percaya Diri

Kecantikan yang langka, tahu bagaimana beradaptasi, menyukai kemewahan, cenderung memandang rendah orang lain, percaya diri, tidak sabar, mempunyai banyak bakat, pekerja keras, optimis, menunggu cinta sejati, dapat membuat keputusan cepat.

PINE, Si Istimewa

Menyukai kawan yang sepaham, sangat sehat, tahu bagaimana hidup menyenangkan, sangat aktif, alami, teman yang baik tetapi jarang bersahabat, gampang jatuh cinta tetapi cepat pudar, dengan mudah menyerah, praktis dan dapat dipercaya.

WEEPING WILLOW, Si Melankolis

Si Cantik yang penuh dengan ke - melankolis - an, aktraktif, menyukai segala sesuatu yang indah dan bercitra rasa, suka berpetualang, pemimpi, gelisah, pendorong semangat, jujur, dapat dipengaruhi tetapi tidak mudah hidup dengannya, penuntut, intuisi baik, menderita dalam cinta tetapi kadang menemukan pasangan yang tepat..

LIME, Si Peragu

Menerima hidup apa adanya, tidak menyukai perkelahian, tekanan dan pekerjaan, cenderung malas dan mengganggur, berkorban demi teman, banyak talenta tetapi tidak ada kemauan dalam mengembangkan, selalu mengeluh, setia tetapi sangat pencemburu.

OAK, Si Sehat Alami

Berani, Mandiri, kuat / tangguh, kalem, tidak menyukai perubahan, orang aktif.

HAZELNUT, Si Luar Biasa

Mempesona, tidak penuntut, sangat pengertian, tahu bagaimana membuat sebuah impresi, pejuang sosial yang aktif, terkenal, pecinta yang mendorong semangat, teman yang jujur dan penuh dengan toleransi, rasa keadilan yang tepat.

ROWAN, Si Sensitif

Penuh dengan pesona, periang, tidak egois, suka menarik perhatian, menyukai kehidupan, pergerakan ketergantungan dan mandiri, citarasa tinggi, artistik, penuh gelora dan emosional, teman bicara yang baik dan tidak mudah memaafkan.

MAPLE, Si Pemikir Mandiri

Bukan orang biasa, penuh imaginasi dan keaslian, pemalu dan perasa, ambisius, sombong, menyukai pengalaman baru, kadang gugup, kompleks, ingatan baik, belajar dengan mudah, kehidupan cinta yang rumit.

WALNUT, Si Gelora

Aneh dan penuh dengan kontradiksi, sering egois, agresif, spontan, ambisis yang tak terbatas, menimbulkan reaksi yang tak diharapkan, kaku, rekan yang sulit dan tidak biasanya, tidak selalu disukai tapi sering dipuja, strategi hebat, sangat pencemburu dan tanpa kompromi

CHESTNUST TREE, Si Jujur

Kecantikan yang sukar ditemui, mempunyai rasa keadilan yang cukup baik, menarik, diplomatis, sensitif dalam kelompok, kadang-kadang bersikap layaknya pemimpin, merasa tidak mengerti akan cinta, susah menemukan pasangan

ASH TREE, si Ambisi

Daya tarik yang luar biasa, tidak perduli terhadap kritik, ambisius, pintar, bertalenta, senang akan tantangan, kadang egois, dapat dipercaya, kadang pikiran menguasai kata hati dan memandang tinggi arti persahabatan.

HORNBEAM, Si Citarasa Tinggi

Sangat peduli terhadap kecantikan dan kondisi tubuhnya, citarasa tinggi, cenderung egois, membuat hidup senyaman mungkin, memimpin dengan rasional, displin tinggi, rekan yang emosional tetapi berkualitas, memimpikan pasangan yang luar biasa, jarang menyukai perasaannya sendiri, tidak yakin dengan keputusannya.

FIG TREE, Si Sensitif

Sangat kuat / tangguh, mandiri, tidak membiarkan kontrakdisi atau alasan, menyukai kehidupan, keluarga, anak - anak dan binatang, rasa humor tinggi, pintar

BIRCH, Si Inspirasi

Menyukai kehidupan, atraktif, elegan, modis,bersahabat, menyukai hidup alami dalam ketenangan, tidak terlalu berambisi, penuh dengan imaginasi, mampu menciptakan suasana yang tenang.

OLIVE TREE, Si Bijaksana

Menyukai surya, perasaan yang teang dan hangat, sangat rasional, adil, menghindari keagresifan dan keributan, sangat toleransi, periang, kalem, rasa keadilan yang terbina baik, sensitif, bebas dari rasa cemburu, suka membaca dan teman yang menyenangkan.

BEECH, Si Kreatif

Citarasa baik, peduli terhadap penampilannya, materialistis, si organizer yang baik untuk kehidupan dan perjalanan kariernya, ekonomis, pemimpin yang baik, rasional, menjaga kondisi tubuh dengan baik seperti diet, olahraga dll.


Sumber : E-mail

Friday, April 25, 2008

Kenapa sih dia ga pernah berubah??


"Kenapa sih dia ga pernah berubah??"
"Kenapa sih dia ga pernah ngertiin aku??"
"Sampai kapan aku harus seperti ini??"
Dan banyak keluhan2 lainnya..

Pernah terlintas ato mengeluarkan kalimat2 di atas??
Kalo pernah.. Yuk kita simak baik2 yang di bawah ini..
Kalo belum.. Ada baiknya di baca juga biar tau..
Hohoho..

. . . . . . . .

Sering kali kalimat ini muncul ketika kita menghadapi masalah dengan orang lain.. Ada ilustrasi mengenai hal ini..
Jika gigi kita berlubang dan kita minum air dingin (air es), apa yang akan terjadi?? Ngilu kalo ga sakit banget kan?? Nah, pertanyaan na.. Apa yang nyebabin rasa ngilu to sakit itu?? Apa air dingin na?? Ato gigi kita yang berlubang?? Jawaban na : Gigi kita yang berlubang kan?? Ari dingin itu bukan PENYEBAB tapi hanya sekedar PEMICU..
Sama hal nya dengan masalah kita dengan orang lain.. Orang lain hanya pemicu.. Sedangkan penyebab nya adalah DIRI SENDIRI.. Kok bisa??
Cenderung melihat kesalahan pada orang lain atau situasi (Respon yang salah) >> Karena (merasa) gagal mengasihi orang lain >> Karena (merasa) gagal mengasihi diri sendiri >> Karena (merasa) gagal mengasihi Allah
Ini adalah 'Rantai' dari sebuah Konflik.. Akar dari konflik adalah manusia (merasa) gagal mengasihi ALLAH.. Kenapa?? Karena manusia cenderung berusaha (sendiri) melakukan yang terbaik untuk mengasihi ALLAH (Ini bukan hal yang salah atau tidak boleh..) namun yang sering kita lupakan adalah.. Bahwa ALLAH yang terlebih dahulu mengasihi kita, dan ini dibuktikan lewat KARYA SALIB YESUS.. "Kasih dimulai dari ALLAH"

Jadi Solusi awal adalah Sadari bahwa ALLAH yang terlebih dahulu mengasihi kita.. Dengan begini, kita akan lebih dulu mengalami pemulihan hubungan dengan BAPA..

Selanjutnya, Konflik dapat muncul disebabkan oleh :
  1. Kita cenderung menyalahkan orang lain atau situasi
  2. Suka melemparkan tanggung jawab
Solusi (Lanjutan).. Belajar untuk bertanggung jawab atas diri sendiri dan belajar untuk berespon dengan benar..
Satu respon yang paling merusak hubungan adalah memilih untuk merubah orang lain.. (Karena hal ini adalah hal yang sia2)
So, Kita tidak akan (lagi) menyalahkan orang lain atau situasi jika akar permasalahan ini kita bereskan.. :)

Kesimpulan.. Win win solution na adalah :
>> Sadari bahwa ALLAH yang lebih dahulu mengasihi kita.. Dengan cara : Renungkan KARYA SALIB YESUS..
>> Berdamai dengan diri sendiri.. Dengan cara : mengampuni diri sendiri dan menerima diri sendiri apa ada nya..
>> Berdamai dengan oran lain.. Dengan cara : Mengampuni orang lain dan menyadari bahwa yang mampu merubah orang lain hanya dirinya sendiri dan Tuhan.. bukan kita :)

Jbu

Rangkuman dari renungan THCC minggu pertama
Blog ini, blog yang simple.. Tapi pembuatan blog ini mempunyai tujuan.. Tujuan utama saya membuat blog ini adalah saya rindu memberkati banyak orang lewat pengalaman hidup saya, kata-kata bijak yang ada dan lain sebagainya.. Memberkati saudara-saudara seiman yang telah percaya kepada Yesus, dan semakin berdiri teguh dalam imannya.. Juga memberkati setiap mereka yang lainnya :) Saya rindu tulisan-tulisan dalam blog ini dapat menginspirasi orang banyak.. Blog ini dibuat sebagai langkah awal untuk menggapai mimpi saya, yaitu menjadi seorang penulis.. Harapan saya adalah semoga blog ini memberkati anda semua.. Namun terlebih dari semua itu, Saya rindu untuk membuat BAPA tersenyum atas semua yang saya lakukan :) Tuhan Yesus berkati.. SEMANGAT!!
Mengenai blog ini saya telah menjelaskan (sedikit) jelas di sini