Showing posts with label Mine... Show all posts
Showing posts with label Mine... Show all posts

Wednesday, January 5, 2011

My Extra Miles

Matius 5:41
Dan siapapun yang memaksa engkau berjalan sejauh satu mil,
berjalanlah bersama dia sejauh dua mil.
(TB)
Kalau seorang penguasa memaksa kalian memikul barangnya sejauh satu kilometer, pikullah sejauh dua kilometer. (BIS)

Saat-saat kuliah sangatlah berbeda dengan saat sekolah.. Begitu pula, saat bekerja, menjadi sangat jauh berbeda dengan saat-saat sekolah dan kuliah.. Dan aku merasakan hal tersebut.. 24 jam bagiku tidak cukup.. Yah, mau bagaimana-pun, tidak akan merubah apa-apa.. 24 jam tetaplah 24 jam.. Hal ini berdampak pada banyak hal.. Baik keluarga, pelayanan, bahkan diriku sendiri terutama..

Masa-masa yang tidak menyenangkan.. Awal aku bekerja, aku sudah cukup tersiksa.. Karena merasa aku salah mengambil keputusan.. Hari biasa, dimana seharusnya aku berasa di sekolah lama ku untuk bangun hubungan dengan banyak orang, berubah menjadi hari-hari yang penuh dengan rutinitas pekerjaan.. Meski harus kuakui, aku enjoy dengan pekerjaan ku.. Aku menyukainya bahkan aku sangat menyukai anak-anak didikku.. (Yahh, aku mengajar anak TK)

Belum selesai masa adaptasiku, aku diperhadapkan dengan pilihan-pilihan yang sangat mengganggu ku.. Kala sulit ini, orang tua ku pindah ke luar kota.. Singkatnya, mereka meminta ku secara halus untuk pindah mengikuti mereka.. Namun, aku telah membangun banyak hal di kota ini.. Keluarga rohaniku, salah satunya.. Hmm, pilihan yang sampai saat ini belum kuputuskan.. Rasanya tidak berani untuk mengambil keputusan ini.. Karena dimana-pun aku berada, aku harus meninggalkan salah satu keluarga ku.. Berat, sangat berat rasanya..

Ditambah dengan tanggung jawabku sebagai pengawas area komunitas sel (KomSel atau biasa kusebut LoPe), menuntut ku untuk memiliki intensitas komunikasi dengan anak-anak LoPe ku.. Komunikasi ini kujaga sedemikian rupa, namun tetap saja tidak dapat kuelakkan lagi, selalu saja ada yang hilang.. Hmmpphh, bingung rasanya dengan keadaan-keadaan ini..

Meski tak bisa seperti dahulu, kucoba lakukan yang terbaik.. Apa-pun kulakukan, selagi aku mampu, tanpa memperdulikan kelelahanku.. Ku lakukan semua bagi keluarga rohaniku.. Namun, tuntutan demi tuntutan tetap ada.. Tuntutan untuk melakukan apa yang dahulu pernah kulakukan.. Yang kenyataannya jelas tak dapat kulakukan lagi sekarang.. *Tuhan, semua ini diluar-kendaliku kini* Huuuhh..

Sempat terpikir untuk berhenti, namun bersyukur tidak kulancarkan hal gila ini.. Terlebih aku bersyukur, aku memiliki anak-anak yang luar biasa.. Ku tahu, dengan segala yang mereka bisa lakukan mereka membantuku untuk meringankan beban ku.. Sungguh kubersyukur atas mereka..

Setelah demikian banyak hal yang kulalui setengah tahun ini, aku belajar banyak hal.. Bahwa kehidupan akan selalu membawa banyak hal baru bagi ku dan orang-orang lainnya.. Segala hal baru ini senantiasa mengajar setiap kita untuk tetap bersyukur dan belajar untuk memiliki respon yang baik dan benar.. Bersungut-sungut? Tentu aku pernah, yahh bisa dikatakan sering.. Berespon yang salah? Apalagi.. Perasaan ku seperti diaduk-aduk oleh respon-respon ku yang salah.. Tapi sekali lagi kubersyukur, aku masih diijinkan untuk belajar lebih lagi dalam kehidupan ini..

Dan hari ini, kutemukan hal yang menyejukkan hati, bahwa aku tidak sendiri menghadapi segala problematika hidupku.. DIA setia menemaniku.. DIA setia menjaga diriku, terutama hatiku.. Sungguh Allah yang luar biasa.. Allah yang tiada tandingannya.. Dengan apa yang kulakukan, kala semua menghimpitku, IA tetap SETIA.. Sungguh ku beryukur.. ^^ Allah yang ajaib..

Yahh, kala semua terlihat memburuk.. Janganlah bersedih maupun bersusah hati, karena ada Allah yang memberi Penghiburan.. Hmm, mengingatkan ku pada doa yang sangat menenangkan hati.. Ten fingers prayer "I can do all thing, through GOD who strengthens me".. Yahh, ku dapat menanggung segala perkara dalam DIA yang memberi kekuatan padaku.. ^^

Jika dahulu aku bisa mendisiplin diriku sedemikian ketat, itu artinya aku juga mampu melakukannya saat ini.. Jika dahulu aku mampu menyesuaikan waktu serta diri ku, itu artinya aku juga mampu melakukannya saat ini.. Yang membedakan hanyalah niat hati serta fokus utamanya.. Saat memiliki niat serta keteguhan hati, kupercaya semua dapat terlaksana.. Bahkan kala fokus utama ku adalah menyenangkan hati BAPA, kupercaya, SEMUA ada didalam kontrol kuasaNya.. Kini saatnya bagiku untuk melangkah ke mil selanjutnya.. Yahh, this is my extra miles, Lord.. Lead my way ^^

Ajarku, 'tuk lebih mengasihiMu lebih dari sebelumnya..
Dengan begitu, aku akan semakin belajar mengenai pengorbananMu
karena sedemikian besar kasihMu terhadapku, Bapa..
Ajarku, Tuhan.. Ajarku agar ku lebih bijaksana..

Wednesday, December 29, 2010

Coming Back to YOU

It's been so long time.. And i really feel lost at all.. If i said that my feel was empty, that's not true.. I feel something.. The way that i feel make me *argh*.. Really cant describe it for now..

Menelusuri jalan yang sedemikian panjang..
Namun, kini langkahku berhenti..
Tuk sesaat, ku putarkan arah pandang ku..
Kembali ku melihat kebelakang..
Terlihat langit begitu cerah di belakang sana..
Yah, lebih cerah dibandingkan jalan yang ada di depan ku..

Terlintas, ingin kukembali pada masa itu..
Hingga tiada perlu kini ku merasakan sesak ini..
Waktu demi waktu yang berlalu..
Hingga kala kesadaran melingkupi ku,
Aku telah terjerat.. Di masa sekarang..

Ingin rasanya kutanggalkan segala pikir dan rasa ini..
Namun, ku tahu segala telah berubah..

Tuhan, ya Bapa ku..
Sungguh ku tak sanggup,
Jika harus melepasnya..
Namun, aku jauh lebih tak tahan bila harus menahannya..

Apa yang harus kulakukan..
Kutahu, ini semua telah melampaui batas..
Tidak semestinya aku melangkah sejauh ini..
Tidak seharusnya juga kuijinkan semua ini berlanjut..

Rasanya aku hanyalah..
Tumpukan daging, tulang dan berbagai organ lainnya..
Tanpa ada semangat lagi tuk sesuatu..
Kesadaran yang terlambat..
Karena posisi yang seharusnya,
Dikhususkan bagi Nya..
Ku berikan pada yang tidak semestinya..

Damai ku.. Tenang ku..
Kini telah hilang..
Berganti dengan kekhawatiran..
Ketakutan akan kegagalan..
Ketakutan akan kehilangan..

Bapa, sungguh tak mampu lagi..
Tak sanggup lagi, kutahan tetes air mata ini
Yang telah berada di pelupuk mata,
Hingga menjadikannya sangat perih jika ditahan..
Seperih hati ini, saat ini..

Bapa, ku tahu aku bersalah..
Ku tahu ini menyakitiMu..
Maaf ini ta'kan pernah cukup mengobatinya..
Namun, tetap Bapa..
Kumohon ampun..

Bapa, kumohon lalu kan semua ini daripada ku..

Bukan dengan menghilangkannya..
Namun, ajarku tuk lebih bijak lagi..
Kuputuskan..
Seberapapun beratnya..
Seberapapun sulitnya..
Seberapapun harga yang harus ku bayar untuk itu,
Ingin ku kembali pada pangkuanMu..
Terlebih pada kedamaian pelukanMu..
Sungguh kurindu padaMu..
Kurindu pada Mu..
Bapaku.. Tuhanku.. Sahabatku..
Dan Kekasih Jiwaku..


= I can do all things, through GOD who strengthen me =
Phil. 4:13

Saturday, September 25, 2010

1000 Kisah tentang Ibu

Aku merupakan satu-satunya anak perempuan dan juga anak pertama dari tiga bersaudara. Bertumbuh di keluarga yang cukup keras menjadikan seorang pribadi yang keras pula. Papa merupakan seorang yang otoriter. Sedangkan mama adalah pribadi yang cuek sekaligus keras. Dengan keadaan keluarga yang seperti ini, menjadikan setiap anggota didalamnya tidak perduli satu sama lain. Hingga satu waktu, aku disadarkan bahwa aku harus belajar untuk mengasihi keluarga ku. Bukan hanya mengasihi namun harus menerima keluargaku apa adanya, karena aku tidak dapat memilih 'ingin berada di keluarga mana'.

Bukan hal yang mudah, tapi aku berusaha semampu ku. Dan, yah, ada kemajuan tentunya. Aku menjadi lebih dekat dengan papa. Sedangkan pada mama, aku akui harus ada usaha yang lebih keras. Karena hubungan emosional kami sangatlah kurang baik. Sosok mama di mata ku adalah mama yang tidak mau tahu apa-apa mengenai anaknya. Bagiku, ia adalah sosok mama yang dingin. Hingga hal tersebut terjadi.....


Papa membuka usaha di luar kota, sebutlah kota X. Pada awalnya, semua terlihat baik-baik saja dengan adanya komukasi ala kadarnya. Segala sesuatunya berjalan lancar, dengan mama juga sering bolak-balik (Jakarta – X).


Pada suatu waktu, mama pergi ke kota X tanpa memberitahu papa. Dengan tujuan ingin memberi surprise pada papa. Namun sesuatu yang tidak diinginkan terjadi malam itu. Di malam itu, saat aku sedang berada di rumah salah seorang teman, mama menelpon ku. Terdengar suara yang sedang terisak. Tiada sepatah kata terdengar dari seberang sana. Kebingungan melingkupiku. Karena ini merupakan kali pertama aku mendengar mama menangis, hal ini membuat ku diam seribu bahasa Sampai pada akhirnya yang terucap hanyalah “Ma...”. Beberapa waktu setelahnya, isak tangis itu sedikit mereda dan mama berkata “Mama, udah ga kuat lagi”. Pernyataan yang sangat membingungkan ku hingga membuat ku bertanya, “Ga kuat apa, Ma?”


Suara di seberang sana-pun mulai bercerita, sambil diselingi tangisan. Ternyata, mama mendapati papa selingkuh. Hal yang cukup mengejutkanku. Karena sosok papa di mataku merupakan papa yang luar biasa. Papa yang tiada bandingnya. Sosok itu tidak runtuh seketika dari mata ku. Namun, cerita mama ini memunculkan pertanyaan yang besar dalam benak ku, “Apa mungkin?”. Seusai bercerita, mama mengeluarkan kalimat yang membuat ku tercengang dan ingin menangis rasanya. Mama mengungkapkan bahwa ia ingin bercerai dari papa. Ingin kusanggah, namun tiada kalimat yang keluar hingga mama secara tiba-tiba memutuskan sambungan teleponnya.


Ditengah kebingungan tersebut, teman-temanku bertanya apa yang terjadi karena melihat perubahan mimik pada wajahku. Akupun hanya mampu menggeleng dan berucap "semua baik-baik saja". Dalam hati aku menambahkan, "semoga".


Sekitar setengah jam setelahnya, papa menelponku hanya untuk mengatakan, "Percaya papa, ya". Setelah itu telepon dimatikan. Beberapa kali ku coba untuk menelepon mamaku, takut kalau terjadi sesuatu pada mama ku. Aku takut mama melakukan hal yang tidak menyenangkan, bunuh diri misalnya. Bukan hal yang tidak mungkin untuk dilakukannya, karena ia pernah melakukannya sekali. Aku takut mama berpikir pendek hingga memendekkan pula usianya. Sungguh membuatku sangat tidak tenang. Ku telepon mama. Tiada jawab. Ku telepon papa. Tiada respon. Ditengah kebingungan ku, kuselipkan doa dalam hati : " Tuhan, aku percaya kuasaMu. Aku percaya semua masih ada dalam kendaliMu. Bapa, kuserahkan semua ini dalam tanganMu. Kar'na ku percaya, tiada yang mustahil bagi.Mu".


Tidak mendapat jawaban dari papa dan mamaku, tidak membuatku patah semangat. Aku berusaha untuk menghubungi adik-adik ku. Berharap mereka dihubungi oleh papa atau mama ku. Ternyata harapan tinggallah harapan, papa dan mama hanya menghubungi aku. Suatu hal yang luar biasa pikirku. Karena bila mama di luar kota, mama hanya akan menghubungi adik-adikku. Namun, dalam keadaan genting, mama menghubungi aku. Aku bahagia sekaligus rasa khawatir ku semakin menjadi. "Jaga mamaku, Bapa. Tenangkan hati dan pikirannya agar mama tidak berbuat sesuatu yang merugikan dirinya sendiri", kembali doa singkat ku panjatkan.


Malam sekitar jam 11, mama kembali menghubungi ku. Melihat layar telepon genggam ku, aku sangat gembira. Aku mengangkat dengan antusias dan langsung menanyakan keberadaan mama ku. Mama hanya menjawab seadaanya. Jawabannya tidak memuaskanku. Kala telepon malam itu, mama kembali menegaskan bahwa mama ingin bercerai dari papa. Namun, kali ini aku tidak tinggal diam. Aku tidak ingin keluarga ini tercerai-berai begitu saja. Keluarga yang telah dibangun selama 20 tahun lebih, hanya dalam hitungan hari harus dirontokkan. Aku tidak rela. Aku-pun mengungkapkan isi hati ku yang paling dalam pada mama. Setelah kuungkapkan isi hati ku bahwa aku tak ingin papa dan mama bercerai, demikian pula pastinya dengan adik-adikku, mama bercerita mengenai beberapa hal padaku. Hal yang tidak pernah terjadi selama 20 tahun lebih, yah, aku dan mama saling bertukar cerita. Benar apa kata orang, dibalik badai yang begitu ribut, selalu ada hal yang menenangkan. Aku bahagia, mama bisa dengan mudahnya bercerita dan menangis. Karena sejujurnya komunikasi kami sangatlah sulit, meskipun tinggal satu atap. Tapi melalui kejadian ini, aku jadi mengetahui banyak hal dari mama. Lewat setiap cerita mama di telepon kala itu, aku tahu bahwa ketidakcocokan ku dengan mama selama ini disebabkan oleh sifat kami yang sangat mirip satu sama lainnya.


Mama yang awalnya kupikir adalah ibu yang dingin, dan tak mau tahu. Pada hari itu, image sesosok ibu ini berubah di mata dan benak ku. Mama merupakan seorang ibu yang kuat, namun ada kerapuhan dalamnya. Mama yang terlihat tak tergoyahkan, namun sangat mengasihi setiap anggota keluarga yang ada. Mama yang tidak menerima masukan, namun sebenarnya mendengarkan apabila masukan tersebut merupakan yang terbaik untuk keluarga.


Aku bersyukur memiliki mama yang luar biasa seperti ini, tanpa mama maka aku pun tidak akan seperti ini. Hal yang baru kusadari. Hmm, telepon pada malam itu, ku akhiri dengan ”Ma, semua yang terjadi belum jelas. Tenang dulu dan tidak ada salahnya untuk mencari tahu kebenarannya. Aku percaya papa tidak akan seperti itu, papa sayang sama mama kok. Aku tetap berdoa agar yang terbaik yang terjadi dikeluarga ini. Apapun keputusan mama, aku sayang mama”. Mama hanya membalas dengan jawaban ’Iya”. Dan mama-pun menutup teleponnya. Malam itu aku hanya dapat berdoa dan beryukur pada Tuhan, bahwa aku memiliki sesosok ibu yang begitu kuat. Kuat menghadapi sosok papa yang keras. Mampu bertahan hingga 20 tahun lebih ini. Papa bukan tipe yang suka memukul mama, namun perkataan papa terkadang tidak dapat dikontrol. Bahkan perkataannya itu jadi lebih menyakitkan daripada pukulan di tubuh. Tapi semua ini, dapat mama tahan selama 20 tahun lebih ini, sehingga keluarga ini menjadi kuat seperti ini. Sungguh, ibu yang tiada bandingnya.


Keesokkan harinya, tepat pukul 9 pagi, mama menelpon untuk mengatakan bahwa mama akan mempertahankan keluarga ini. WOW!! Sungguh kalimat yang membuat ku bahagia sejadi-jadinya. Jika saja, saat itu mama ada di hadapanku, aku ingin memeluk mama. Hmm, Yah, selalu ada pelangi di balik hujan. Selalu ada hal baik yang terjadi di balik semua hal yang terlihat buruk. Tapi yang jelas, aku jadi mengetahui hal yang selama ini tidak terlihat. Aku tahu persis, betapa mama mengasihi keluarga ini. Betapa mama menyayangi papa dan kami, anak-anaknya. Kami-pun mengasihimu, ma. Love u, mum!!



This notes, especially i dedicated it to you, mum. You are my hero. You are our hero. And there’s none in this world can compares how deep your love to us. Love u so much, mommy ^^




Sunday, September 12, 2010

All Is Well

Malam yang berat.. Melihat nenek ku yang biasanya sehat dan ceria, rebah di rumah sakit dan tak berdaya.. Nafas yang sangat sulit dihirup dan membutuhkan banyak tenaga untuk menghembuskannya.. Begitu pilu.. Begitu menyedihkan.. Namun aku tahu, aku tak boleh menangis di hadapannya.. Harus ku tahan..

Tapi tatapan itu.. Tapapan seorang nenek yang begitu sayu ditujukan pada cucunya.. Aku sungguh tak kuasa.. Ingin berlari keluar dari ruang tersebut, tapi ku tahu itu tak mungkin.. Ia senantiasa menatap ku.. Ku coba alihkan pandangan ku ke tempat-tempat lain, namun setiap kali kumelihatnya.. Tatapan itu masih tertuju pada ku.. Aku tak kuat membalas tatapan itu.. >,<

Bapa.. Beri ia kekuatan untuk bertahan.. Setidaknya hingga ia diselamatkan.. Bapa, kumohooonnn.. Bapa tahu kedalaman hatiku.. Beri aku kesempatan tuk memperkenalkan Mu padanya.. Namun, sebelum itu.. Berikan aku hati yang lembut serta taat ketika saat itu tiba..

Bapa, aku percaya.. Engkau sumber segala sesuatu.. Sumber kesembuhan.. Sumber kekuatan.. Sumber pengharapan.. Ku sandarkan segala harapanku padaMu.. Yah, hanya padaMu.. Kar'na ku percaya, segala sesuatu masih berada dibawah naunganMu.. All is well..

*Get well soon, grandma.. I love u..*


Thursday, September 9, 2010

Dapatkah Bersyukur?

Banyak manusia yang kurang dapat bersyukur.. Tidak dapat kupungkiri, kadang kala aku pun kurang bersyukur atas keadaan ku.. Belajar untuk bersyukur antara mudah dan tak mudah.. Tidak sedikit kutemui anak-anak yang tidak menginginkan 'kehadiran' orang tuanya.. Ada yang (mungkin) menyesal karena dilahirkan di keluarganya, dan banyak hal lainnya.. Tidak jarang aku bertengkar dengan mama ku dan aku akan ngedumel.. Tapi satu sisi, aku masih memiliki mama yang ada di samping ku, yang dapat ku lihat (meski tidak) setiap hari..

Tidak seperti papa.. Papa bekerja di luar kota.. Dan setahun hanya pulang 3-4 kali.. Kepulangannya pun tidak akan lebih dari 10 hari.. Aku sangat merindukan sosok papa ku.. Aku ingin bertemu.. Ingin bermain.. Banyak hal yang ingin kulakukan bersama papaku.. Dan akhirnya hari itu tiba!! Kemarin malam papa ku PULANG!! Senang sekali.. Bahagia rasanya!! Sudah kutetapkan, dikepulangannya kali ini, aku akan menghabiskan waktu bersamanya.. :)

Namun ternyata hanya bertahan sehari.. Yap, itu adalah hari ini.. Karena besok pagi, papa akan pergi lagi.. Hmm, tidak ada yang dapat ku katakan.. Aku ingin menangis.. Tapi sebisa ku, ku tahan.. Aku tak ingin menjadi beban.. *Beberapa waktu lalu, ada yang mengatakan tangis dan tampang bad-mood ku hanya membebani orang saja.. Dan aku tak ingin membebani papa ku..

Tapi aku tak sanggup untuk memikul semua ini sendiri.. Dad.. Dad tau isi hati ku.. Betapa aku rindu dengan keberadaan papa ku.. Tapi aku juga tahu, papa memang harus pergi (lagi).. Dad, jadikan aku lebih tegar lagi.. Jadikan aku lebih kuat lagi.. Hmm, Yahh.. aku masih dapat bersyukur.. Aku masih memiliki mama yang ada di samping ku saat ini.. *tentunya sedang terfokus nonton TV*.. Aku pun masih dapat bersyukur bahwa aku memiliki papa yang dapat ku lihat, meski aku tak dapat melihatnya senantiasa.. Tapi terlebih dari semua ini, aku bersyukur.. Aku memiliki Bapa yang kekal, yang dapat dipastikan, Bapa yang tidak pernah meninggalkan ku.. Thanks Lord ^^ Love u, pa.. Love u, ma.. Love my family.. n Love U, DAD!!

Wednesday, September 8, 2010

The Rainbow

Kenapa sulit sekali untuk mengungkapkan yang sesungguhnya? Kenapa sangat sesak rasanya saat berusaha jujur dengan perasaan sendiri? Dan kenapa penyesalan selalu datang terlambat? Hmm, semua yang telah diungkapkan memang tidak dapat ditarik kembali.. Namun, tak kusangka.. Hati ini akan sesakit ini..

Kebersamaan sesaat ini, telah membekas dalam benak dan hati ku.. Tiada pernah terlintas, ternyata sepenggal waktu percakapan mengakibatkan perpisahan.. Oh God!! Otak ku rasanya tak dapat dikontrol.. Ingin kuluapkan tangisku.. Tapi tak kuasa rasanya.. Tak ingin terlihat lemah olehnya.. Tak ingin terlihat tak berdaya..

Lubang yang kugali, sudah seharusnya ku tutup.. Namun, penutupan lubang ini berarti penutupan akan rasa ini juga.. Hmm, yahh.. Aku percaya, ku dapat melalui semua ini.. Karena semua ini dapat kulalui bersama dengan Mu.. Kalau memang semua ini proses bagi ku, yah.. Ajar aku tuk memahami semua ini, Tuhan.. Ajar aku untuk bertahan dan ajar aku untuk lebih bijaksana lagi.. Meski saat ini terlihat begitu sulit, tapi kuyakin, kan ku dapati pelangi di ujung jalan sana.. ^^


Monday, September 6, 2010

What Am I Looking for?

Beberapa bulan yang berat dan sulit.. Cukup menguras air mata, tenaga bahkan hati.. Namun, ku sadar.. Melewati bulan-bulan yang sukar ini, Dia tak pernah meninggalkan ku.. Meski aku, dengan segala upaya sedang berusaha mengandalkan kekuatan ku.. Aku salut.. Aku bangga memiliki Nya di samping ku.. Yahh, tiada hal lain yang mampu menggantikanNya.. Seribu bahkan sejuta hal kulakukan *tanpa sadar* tuk menomor-duakan Nya.. Namun dengan sebanyak hal itu pula, IA membuktikan bahwa aku dinomor-satukan olehNya..
Sungguh kasih tanpa syarat.. Tiada kata lain dapat terukir selain ucapan syukur.. Seharusnya ada kata lain yang melebihi ucapan syukur ini.. Tapi tak ku temukan.. Hmmm..

Aku merasakan banyak perubahan yang kualami.. Aku menjadi lembut, atau bahkan terlalu lembut.. Hingga akhirnya menjadi pribadi yang sulit memutuskan bahkan cenderung tidak tegas saat keputusan itu diambil.. Huaah!! Kacau juga.. Hmm, kemarin aku mendapatkan teguran yang lembut.. Cukup lembut bagiku.. Yahh, Prioritas.. Apa yang saat ini sedang menjadi prioritasku.. Dan kala aku melihat dan meneliti ke belakang, kutemukan ternyata hubungan lah yang menjadi prioritasku.. Hubungan menjadi prioritas adalah hal yang baik, bila hubungan tersebut merupakan hubungan dengan Tuhan.. Namun ternyata bukan itu yang menjadi prioritas utama ku.. Aku sedang menjadikan orang-orang sekitar ku sebagai berhala ku.. Mengutamakan mereka, hingga sedikit mengabaikan kehadiranNya.. Bahkan bila bersama orang yang ku sayangi, mungkin sosokNya, seketika itu menjadi berbayang..

Oh, God.. How cruel i am? Sorry, Daddy.. Ku sadar, aku harus membenahi prioritas ku dalam membangun hubungan.. Yah, aku akan membenahinya hari ini :) But, before it, DAD.. I need a confirmation from You.. I cant take this decission without involve You. So, help me Lord.. Need Ur Wisdom.. Ur Grace.. Ur Love.. And the most is i need YOU!! I raise my hands up to You, to show that i really surrender, Lord.. From now on, i know.. I just need to find You.. Have eyes that just fell on You.. Keep focus on You, DAD ^^

Sunday, August 22, 2010

The One Who's Strengthen Me

Tak kuat rasanya, Bapa.. Tekanan ini membuat ku ingin berteriak sejadi-jadinya.. Sungguhkah aku harus melepas satu diantaranya? Daaadd.. Tak kuat untuk berdiri lagi.. Tak kuasa untuk menahan lagi.. Aku ingin menangis sejadi-jadinya.. Aku ingin teriak sekuat-kuatnya..

Aku berusaha untuk kuat.. Kutahan dan kusimpan sendiri.. Namun, sesak sekali, Dad.. Aku dianggap tidak peduli.. Tidak memiliki hati.. Sebenarnya apa yang diinginkan dariku? Aku telah mencoba hal-hal yang sebenarnya aku sendiri tak pernah lakukan.. Ku coba tanggalkan beberapa hal yang kusukai.. Tapi apa tak cukup?? Ingin aku melakukan apa lagi?? Apa harus aku meninggalkan semua hal yang kusukai?? Apa dengan begitu, itu artinya aku peduli?? Apa dengan seperti itu, berarti aku memiliki hati??

Bapaaaaa... T,T Hal ini hanya dapat kuungkapkan padaMu.. Tak kuasa pada yang lain.. Aku menginginkan yang terbaik.. Aku mengusahakan semua yang ku bisa.. Tapiiii........... @,@

Aku tak tahan lagi.. Aku tak sanggup lagi menahan beban ini.. Dad, show me.. Tell me.. What must i do, coz U re my Strength.. T,T

Friday, August 13, 2010

It's Kinda Easy To Say?

Tak ada kata yang dapat mewakili hari-hari ku belakangan ini, selain kata 'hah?'.. Yahh, sedang dilingkupi kebingungan yang amat sangat.. Jika salah satu langkah, tentu akan berakibat fatal pada banyak hal.. Ini yang kusadari.. >,<

Hmm, aku benci kata-kata yang mereka keluarkan.. Mengungkapkan kata-kata tersebut, seolah semua ini tiada artinya bagi mereka.. Apa mereka tidak sadar bahwa mereka menyakitiku (atau bahkan kami)? Dengan segala perkataan, tindakan, bahkan penolakan itu? Dan hal yang lebih membuat ku kesal adalah aku tak dapat mengungkapkan apa yang kurasakan pada mereka, terlebih orang-orang sekitar ku.. Terlalu sesak, rasa ini menghimpit dada ku.. *Bapa.. Betapa kumemerlukanMu..*

Tanpa bercerita pun, aku tahu jawaban apa yang akan diberikan pada ku.. "Sabar ya, segala sesuatu indah pada waktunya", "Tuhan pasti punya rencana dibalik semua ini", "Keep praying", "All is well", "All da best", de el el de el el na.. Bukan kata-kata yang asing lagi.. Dan ingin kuungkap bahwa "aku sudah tahu!!" Hati ini berontak rasanya..

Tetap berdoa? Yahh, aku tetap berdoa.. Tiada hari tanpa kudoakan hal ini.. Namun, kenapa semua terlihat biasa-biasa saja? Tiada sesuatu yang special.. Tiada sesuatu yang menggugah hati.. Hingga ada yang memberiku ini, Yakobus 5:16, ayat yang tak asing lagi.. Berbunyi : Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh. Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya.

Sedikit berdampak.. Aku tergugah.. Yah, aku tau, selayaknya orang benar atau orang percaya, aku harus berdoa.. Namun, bagaimana bila kepercayaan itu saja mulai luntur? Hanya dengan satu pertanyaan ini, mampu menghentikan langkahku untuk berdoa.. Namun kutemukan hal yang melemaskan kaki ku.. Sehingga aku berlutut.. Dan yah, antara mau dan tidak mau, aku berdoa.. Filipi 4, Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlahdalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur.

Ucapan syukur? Apa yang mesti kusyukuri dalam keadaan seperti ini? Adakah yang perlu kusyukuri? Namun, pertanyaan ini tidak berkutat terlalu lama dalam otak ku.. Yang kutahu, saat itu, dorongan untuk berdoa sangat lah kuat.. Hingga, aku ungkapkan segala beban ku yang tak terucap hanya lewat nyanyian.. Nyanyian yang muncul kala, pikiran dan hati ini terasa resah.. The God I Know..

Waaahhh.. Really calm me down.. :) Memang hanya dalam tinggal tenang terletak kekuatanku.. N ketenangan itu hanya ada dalam hadiratNya.. Kini, meski keadaan tidak berubah banyak.. Namun, aku dapat melihat, tanganNya sedang bekerja.. Merajut hal-hal luar biasa yang belum pernah terpikirkan sebelumnya.. Yah, the best is yet to come :) Tiada perlu kuragu kan kasih Mu.. Ku tahu dan percaya, gada dan tongkatMu lah yang menghibur aku (Mazmur 23:4) ^^

Sunday, August 8, 2010

My Pray

Meski kelam, ku kan tetap melangkah..
Meski berat, kuyakin Kau angkat bebanku..
Kupercaya, segala perkara dapat kutanggung dalamMu..

Muncul sedikit keraguan,
Segera kutepis hal tersebut..
Banyak yang berusaha melemahkan iman,
Seketika itu pula kutinggalkan mereka..
Tiada hal yang mampu memisahkan ku dari kasihMu..

Dalam percayaku..
Dalam ketakinanku..
Dala kasihku padaMu..
Bahkan dalam kesetiaanku..
Ujian menantiku didepan mata..

Kata yang tak ingin kudengar,
Terucap dari bibirnya..
Hal berusaha kupertahankan selama ini,
Ingin dihancurkan,
Hanya dalam satu tindakan..
Tindakan sia-sia bagiku..

Kata itu,
Bagai sebilah pisau yang menyayat hatiku..
Tak kuasa hati ini,
Hingga memaksa mata menumpahkan airnya..
Ingin teriak, namun ku tahu..
Takan pernah menyelesaikan masalah..
Ingin berlari, dan dengan pasti..
Hanya beban yang kutinggalkan..

Tak berdaya rasanya..
Mengapa kehidupan orang dewasa begitu rumit?
Dengan segala upaya,
Kucoba tuk menenangkan keadaan..
Meski sesungguhnya,
Hati ini yang perlu ditenangkan..

Kuberikan telinga tuk dengar keluhnya..
Kuberikan lengan tuk menumpahkan kesahnya..
Kuucapkan kata tuk meyakinkannya..
Ku tahu, ini tak cukup..
Dan aku pun tak memiliki cara lagi..
Bingung, pasrah..
Segala bercampur satu..

Hingga kusadar,
Ada hal yang hampir kulupa..
BERDOA..

Masuk dalam kamarku..
Mengambil posisi nyaman ku..
Dan aku menghadapNya..

Tuhan, kuperlukan Kau..
Nyatakan jalan Mu..
Tuntun langkahku..
Aku tak mampu..
Aku tak berdaya..
Satu harap ku, Bapa..
Semua akan baik-baik saja..

Biar kasihMu memenuhi ku..
Biar kebenaranMu memerdekakanku..
Yahh, semua ini sementara..
Segalanya akan baik-baik saja..

Bapa, hanya satu inginku..
Ingin kuungakap padanya,
Betapa aku mengasihimu..
Betapa aku mnyayangimu..
Biar segala rasa ini terungkap,
Melalui pelukan ini.. Amin..

Teruntuk : keluarga terkasih ku..
Love u all so much!!
-070810-

Saturday, August 7, 2010

Found Me

Malam berbintang,
Dihiasi oleh terang bulan..
Langit di malam ini,
Terlihat begitu berbahagia..
Apakah kebahagiaan itu,
Hanya milik sang bintang?

Mata ku tetap terpaku pada keindahan malam..
Namun, tak dapat kupungkiri..
Hatiku dilingkupi duka..
Bagai teriris rasanya,
Begitu pilu..
Kucoba tuk tetap tersenyum..
Agar bahagia itu kucapai..

Setapak demi setapak..
Langkah demi langkah..
Aku tetap berjalan..
Tiada henti..
Tanpa kupedulikan kelelahan ku..
Hingga akhirnya kuterjatuh..

Tangan itu,
Tangan yang berusaha menggapai ku..
Tangan yang berusaha menarik ku..
Tapi dengan segenap kesadaranku,
Kulepaskan tangan itu..
Hingga kini, tak seorangpun menemukan ku..

Mengharap tangan itu kmbali menggenggamku,
Hanyalah harapan yang sia-sia..
Tiada pasti.. Hanyalah semu..

Aku jatuh terlalu dalam..
Begitu dalam pula kusimpan kepiluan ini..
Tanpa seorang pun mengerti..
Tanpa seorang pun yang tahu..

Dalam kesendirian ini,
Kucari sosok itu..
Kupanggil nama yang tak asing bagiku..
Di hening malam ini pula,
Kutemukan Dia..
Yah, hanya Dia yang setia..
Tanpa dusta.. Tanpa tipu..
Segala kejujuran.. Segala kepastian..
Hanya kutemukan padaNya..
Ia menggenggam erat tangan mungil ini..
GenggamanNya, juga mengeratkan hatiku..
Kuucap penuh keyakinan dalam hati,
Ta'kan kulepas diriNya hingga ajal menjemput..




Thursday, July 29, 2010

To : DADDY

It's been along time.. Rasanya minat ku menulis kok jadi terputus-putus begini ya? kacau juga.. :( Hm, waktu-waktu luar biasa yang kulalui beberapa bulan terakhir ini. Yahh, hingga akhirnya aku memilih untuk tetap berada disini bersama keluarga rohani ku. Bersyukurnya keluarga jasmani ku pun kepindahannya diundur.. Hmmmphhh..

*This time, i want to write a letter for my DAD only..*
Hello DAD.. It's been along time too since my last conversation with You.. Miss this time alot.. Tapi rasanya sedikit malas untuk berpindah dari sini ke notes lagi.. So, I think, i write here still ok lah ya? :) hehehe..

Hmm, first of all.. Thanks DAD, i've got a new job.. Even there's many things happen that away from my consideration.. I'm so sorry, DAD.. Tapi sekarang aku sadar, selalu ada hal yang DAD ingin aku pelajari melalui ini semua.. Thx untuk pekerjaan tak terduga ini, meski sampai sekarang aku masih berpikir rasanya apa yang kukorbankan untuk mendapat pekerjaan ini tidak sebanding. Tapi aku tetap bersyukur, DAD.. Belajar banyak hal dari maupun melalui anak kecil.. Thanks alot DAD.. :)

Dan hal-hal belakangan ini yang sedang ku temui.. Seperti yang DAD tahu, my gurl n my boy.. Yahhhh, antara ini proses untuk mereka.. Atau proses untuk ku agar tetap mempercayai mereka.. Aku masih belum paham, DAD.. Tapi terlebih dari semua itu, DAD tahu batas maksimal ku.. Rasanya mau kutumpahkan semua ini.. Tapi pada siapa atau pada apa? Dan memang hanya pada DAD n pada doa saja.. No else.. aku benar-benar mengalami kebingungan *dan kesedihan* tingkat tinggi.. DAD, help me.. Please take away this burden from me.. Rasanya ga sanggup, Pi.. *ini selebay-lebay na*

tak mudah memberi kepercayaan.. Apa lagi kepercayaan sebesar ini.. Yah, dengan bermodalkan pikiran : kalau memang DAD lagi mau proses orang itu, mau diapain juga ga akan bisa gimana-gimana.. aku berusaha untu tenang.. Tapi kalau aku bilang aku tenang, itu kan bohong banget.. Jelas banget ketar-ketir gini, DAD.. Dan semakin dipikir n dipikir lagi.. Apakah ini justru sebaliknya? Ini adalah proses untuk ku untuk semakin belajar mempercayai anak-anak ku.. *Yahh, kembali dengan pikiran : Kalau memang DAD yang mau proses, mau lari kemana juga tetap ga akan efek*.. Hmm, so.. Mana yang benar DAD? Proses bagi ku atau bagi mereka? Yahh, bagi yang mana pun, takan ada bedanya kalau ku ketahui.. Yang jelas adalah.. Aku perlu tuntunan DAD untuk melakukan segala sesuatu dengan bijak.. Aku ga mau melangkahi DAD.. Kaga minat n kaga berani.. :(

Hmm, DAD.. proses sapa pun ini.. Just ask for one thing.. Teach me to be more wise.. Sejujurnya, pikiran ku kalut DAD.. Tak lurus.. Aku sadar seratus persen, ini semua akan kacau kalau aku mencoba untuk melangkah tanpa tuntunan DAD.. DAD, remind me always ya.. hmmmppphhh.. Sesak rasanya.. And entah kenapa setiap ada yang menghimpit, lagu itu selalu terngiang.. GOD I Know.. DAD, really U are the GOD that really comfort me.. Ga ada kekhawatiran dalam DAD.. Hmm, segala pikiran ini ku tawan sama PAPI.. Banyak yang buat khawatir.. Tapi aku percaya DAD, tahu yang terbaik.. T,T Help me DAD.. Rest in U.. This is the only things i need to do now.. Hhhhhhh... Love U from the deepest of my heart..




Monday, May 17, 2010

...............

Baru saja ku pikir, dapat kutinggalkan dengan tenang..
Namun, hal ini datang menghadang di depan ku..
Apa yang harus ku lakukan?
Takut melangkah? Yah, aku takut..
Aku takut kesalahan ku di masa lalu terulang..
Aku takut akan kegagalan itu lagi..
Bapa, apa yang harus ku lakukan saat ini?
Aku bingung sebingung-bingung nya..
Ingin teriak!! Ingin menangis!!
Tapi aku tahu, semua tidak akan kembali seperti biasanya..

Awalnya ingin ku nikmati hari ini..
Namun, kejujuran yang menyesakan yang ku dapat..
Tuhan, bagaimana ini?
Aku butuh hikmat Mu..
Aku butuh tuntunan Mu..
Aku tak dapat berpikir jernih..
Semua pilihan itu menguak kembali..
Bagai air yang menguak dari pantai,
Hingga menyebabkan Tsunami..

Mampukan aku untuk mengetahui isi hati Mu..
Mampukan aku untuk melihat jalanMu..
Mampukan aku, Bapa...
Kuserahkan semua hanya dalam tangan bimbingan Mu...
Amin..

Friday, May 14, 2010

Blank To The Max !!

Hmmm... banyak yang muncul dalam pikiran.. Terinspirasi oleh banyak hal.. Tapi tak tertuang sama sekali.. Ohhhh T,T

Hmmmm, ok ok ok.. Saatnya untuk berkonsentrasi dan menumpahkan semuanya dalam bentuk tulisan.. Hohohoh.. SEMANGAT!! SEMANGAT!! SEMANGAT!!

Hal yang paling ku syukuri hari ini!! Aku dapat menangis saat memang air mata itu dapat keluar.. ^^ Ternyata ada yang tidak dapat menangis dan untuk membiarkan mata tetap lembab dibutuhkan uang yang amat sangat banyak.. @,@ *hm, next time bisa dibagikan.. Sekarang saatnya untuk mengumpulkan konsentrasi.. Walah?? hehehe.. ^^

Have a blessed weekend all.. Jbu


Friday, April 16, 2010

Crybaby .. @.@

Kebingungan tingkat tinggi sedang kualami.. (0_o) Tidak tahu apa yang harus kuperbuat.. Hari-hari hanya kuisi dengan tangisan yang (mungkin) tidak jelas.. Ingin kuungkapkan dalam goresan tinta.. Namun, tangis yang tertumpah.. T,T

Keadaan seperti ini membuat ku (sedikit, mungkin juga banyak) membenci diri ku sendiri.. Kenapa sulit sekali untuk mengungkapkan perasaan ini? Kenapa sulit sekali untuk bercerita pada orang lain? Aku ingin seperti orang-orang lainnya yang dapat dengan mudah mengungkapkan rasa yang mereka rasakan.. Namun, aku tahu, aku bukan mereka.. Ini lah diri ku.. Ini lah keunikan ku..

Bapa, apa yang harus aku lakukan? Kenapa aku menjadi cengeng seperti ini? Aku tidak suka dengan diri ku yang lemah ini.. @,@ DAD...... DAD, tahu persis apa yang aku rasakan.. Tahu persis apa yang aku pikirkan.. Tapi untuk menuangkannya pada 'secret zone'-ku pun rasanya sulit sekali.. Rasa ini hanya dapat kuutarakan padaMu..

DAD, need Ur help.. I think im on emergency now *sedikit lebay ya.. T,T Huufffttt.. Dengan keadaan seperti ini pun, aku mau tetap mengandalkan Mu.. Kau lah Gunung Batu dan Sumber Pengharapan ku..

"Hai jiwa ku.. Ayo bangkitlah.. SEMANGAT!!! Ada Allah yang kuat beserta mu!! Lihat Allah mu yang Luar Biasa.. IA ada bersamamu!! SEMANGAT.. SEMANGAT.. SEMANGAT!!"



Thursday, April 8, 2010

What kind of feelin' is it?

Tak terpikir,
kau akan singgah kembali di benak ini..
Tanpa mengetuk pintu,
kau masuk ke dalamnya..
Benak ini dipenuhi oleh bayangmu,
yang sekian lama kucoba tuk hapuskan..

Hati ini pun semakin hari,
semakin tak menentu..
Perasaan macam apakah ini?

Ingin ku hapus segala kenangan kita..
Ingin ku mulai hidup yang baru lagi..
Ku lakukan segala upaya..
Namun bayang mu begitu kuat,
kuat memaksa masuk dalam hidupku..

Kehadiranmu yang meski sesaat,
menorehkan kenangan yang begitu dalam..
Kenangan yang hingga kini mengikatku..

Yah, kini tinggallah kenangan..
Entah dimana diri mu berada saat ini..
Entah apa yang kau lakukan..
Diri ini mencari, Namun tak menemukan..
Diri ini menanti, Namun hampa yang didapat..

Apa yang terjadi pada ku?
Apa yang sedang ku lakukan?
Kusadar semua sia-sia..
Namun, mengapa rindu ini begitu mencekam?
Rasa ini sungguh menyiksaku!
Aku ingin melepasnya..
Ingin merelakannya..
Namun............
Hanya tangis yang terlepas,
Terlepas dengan bebas!


Friday, March 12, 2010

It's a TRUST

Akhirnya, mampir lagi ke blog tercinta ini ^^ Setelah 2 bulan lebih lamanya tidak menulis.. Beberapa waktu lalu, aku disibukan oleh kegiatan skripsi ku, yang akhirnya telah selesai dan lulus dengan nilai yang cukup memuaskan.. Puji Tuhan untuk hal ini.. Hm, setelah beberapa waktu tidak menulis di blog, cukup membuat hasrat menulisku sedikit sirna.. Sempat terpikir untuk 'menutup' blog ini.. Namun, aku bersyukur memiliki sahabat yang luar biasa ^^ Sahabat ku ini menegur ku.. Ia kembali mengingatkan ku akan mimpi besar ku dalam hal menulis.. Bagai tertampar rasanya.. Aku pun mencoba untuk menulis lagi.. Lama tak menulis, membuatku agak kagok juga.. But, i'll keep doin' my best to reach my BIG dream ^^ SEMANGAT.. Hehehe..

Yah, memiliki kemampuan dalam bidang menulis, aku percaya bukan kebetulan.. Ini hanyalah sebagian dari kepercayaan yang diberikan Bapa pada ku.. Saat kepercayaan ini tidak kugunakan dengan benar, pasti kemampuan ini perlahan akan terkikis dan menghilang.. Aku belajar lagi bahwa setiap kepercayaan yang diberikan pada kita merupakan hal yang harus kita pertanggungjawabkan..

Hmmm... Berbicara soal kepercayaan.. Tahun 2010 ini aku masuki dengan beragam mimpi yang luar biasa dan besar.. Sebelum memasuki tahun 2010, aku berdoa pada Tuhan agar di tahun 2010 ini segala bentuk pencapaian yang akan ku raih, bukan sekedar pencapaian yang biasa, melainkan dari setiap pencapaian yang ada, kapasitas dalam setiap kehidupanku pun diperbesar.. Saat ini bulan ke tiga tahun 2010 tengah berjalan.. Hingga hari ini banyak hal yang Tuhan percayakan pada ku.. Bahkan hal-hal yang tak pernah ku duga, itu dipercayakanNya pada ku.. Sungguh tak pernah terbayangkan sebelumnya..

Di pertengahan bulan Januari, merupakan waktu dimana pembesaran kapasitasku mulai dikerjakan oleh Allah.. Dimulai dari pelayanan, kuliah, keluarga dan banyak hal.. Namun disetiap proses pembesaran kapasitas ini, sering aku menemui pilihan-pilihan yang sulit.. Seperti halnya saat ini, aku sedang dihadapkan pada 2 pilihan lebih yang sama baiknya untuk masa depan ku.. Bahkan setiap pilihan yang kuhadapi ini 'menjanjikan' pembesaran kapasitas yang luar biasa untuk kehidupan ku..

Pada awalnya, aku hanya diperhadapkan pada dua pilihan.. Jakarta atau luar Jakarta.. Jakarta merupakan tempat dimana aku bertumbuh.. Bahkan terlebih dari semua itu, hal yang paling penting adalah Jakarta merupakan tempat keluarga rohani ku berada.. Sedangkan luar Jakarta? Tempat dimana papa ku berada, papa yang sangat ku kasihi.. Bagiku hal ini sangat memojokkan ku.. Dua bagian keluarga yang sama-sama kukasihi.. Namun, memaksa ku untuk memilih salah satu diantaranya.. Memilih Jakarta, itu artinya aku akan bekerja dan lain-lainnya disini.. Memilih luar Jakarta, aku akan hidup bersama papaku dan juga (mungkin) keluarga ku yang lainnya di sana.. Kehidupan keluarga utuh yang selama ini aku idam-idamkan.. What must i choose? Still dunno.. I'm confused!!

Belum selesai kebingungan ku yang satu ini.. Pilihan ku ditambah lagi.. Bila aku memilih Jakarta, aku dituntut oleh pemimpinku untuk membuat keputusan yang berkaitan dengan pelayanan dan juga kepemimpinanku.. Bila saja aku boleh untuk tidak memilih.. Tapi rasanya itu tidak mungkin.. Hampir saja aku melupakan setiap pilihan yang harus ku pilih ini.. Hingga kemarin pagi, aku diingatkan lagi oleh pemimpinku untuk memilih.. *Ohh, DAD!! Ingin rasanya aku berteriak.. Ingin rasanya menangis sejadi-jadinya!! Aku sungguh dan teramat bingung!!*

Pilihan ku dalam pelayanan dan kepemimpinan ku, dikatakan oleh pemimpinku adalah untuk kemajuan Youth tempat aku berada.. Yahh, aku sangat merindukan adanya pertumbuhan di sana.. Aku sangat ingin melihat perkembangan anak-anak ku.. Aku ingin melihat perbesaran kapasitas secara kuantitas maupun kualitas di Youth ku!! Aku sangat INGIN!! Tapi apakah aku harus memilih?? Aku tidak akan bingung untuk menentukan pilihan bila itu memang untuk pertumbuhan semata.. Namun dalam hal ini, apapun keputusan ku pasti akan merugikan sebagian pihak.. Bahkan mungkin ada yang kusakiti.. Aku tidak menginginkan hal ini T,T

Belum lagi kutentukan pilihan.. Aku pun diperhadapkan pada pilihan yang kesekian.. Kali ini luar Jakarta.. Hm, aku ingin sekali menjadi seorang trainer, seorang yang memperlengkapi orang lain.. Dan mimpi itu akan tercapai bilamana aku memilih untuk berada di luar Jakarta.. Kali ini bukan saja berada jauh dengan keluarga rohani ku, namun bahkan juga keluarga biologis ku.. Fiiuhhh, hari-hari yang sungguh melelahkan..

Bapa, mana yang harus ku pilih?? Deadline pilihan itu semakin mendekat (bulan Mei).. Aku takut memilih.. Bukan saja takut memilih.. Namun saat aku telah memilih, aku takut tidak bisa menjalaninya.. DAD!! Really need Ur Grace n Ur wisdom to face this!! Aku mengasihi setiap mereka yang terlibat secara langsung maupun tak langsung dalam setiap pilihan ku.. Sungguh aku mengasihi mereka.. Tapi harus kah ada yang kusakiti atau kukecewakan?? Haruskah, Bapa?? Namun, aku terlebih tidak ingin mengecewakanMu.. Aku tahu, aku percaya.. Ini semua adalah kepercayaan yang Kau berikan padaku.. Aku harus bertanggung jawab padanya.. N i will, DAD.. i'll do my best!! Hm, help me, Lord.. Aku percaya campur tangan Mu sungguh nyata dalam hidup ku ini.. Surrender all to U, Lord!!

Saat ini, satu ingin ku, Tuhan.. Seorang sahabat yang dapat ku ajak bertukar pikiran.. Rasanya beban ini begitu berat ku pikul.. Aku tahu aku memikulnya bersama Mu.. Seorang sahabat bukan untuk bersama memikul beban.. Hanya seorang sahabat untuk bertukar pikiran.. Akankah kutemukan sosok itu? Mampukan aku untuk menemukan orang yang tepat.. T,T

Hm, terlebih dari semua ini, aku sangat berterima kasih, Bapa.. Atas kepercayaan yang luar biasa ini.. Sungguh bersyukur aku masih dipercayakan hal-hal yang tak terduga ini.. Mampukan aku untuk mengetahui kehendakMu.. Sehingga aku tetap berada dalam jalanMu untuk memenuhi segala tujuan hidup yang Kau tetapkan bagiku.. Hidup bagiMu, itu ingin ku.. Love U, DAD!! Love U so much!! ^^


Thursday, December 17, 2009

U Choose Me ..

Bumi dan segala isinya..
Kau Allah yang menciptakan..
Langit nan indah, dihiasi bulan, taburan bintang bahkan pancaran matahari..
Kau juga yang menciptakan..

Malaikat-Malaikat memuji dan memuja Mu..
Bahkan batu-pun dapat Kau perintahkan untuk memuja Mu..
Segala yang luar biasa ini,
Hanya-lah milik Mu..

Namun, dari segala yang luar biasa ini..
Tetap hanya aku (dan seluruh manusia di bumi),
Yang Kau pandang berharga..

Dosa yang telah ku perbuat,
Mengotori seluruh tubuh ku..
Bagai babi yang hidup dalam kubangan,
Demikian hidup ku dalam dosa..

Meski demikian,
Kau, Allah, yang senantiasa mengulurkan tangan Mu,
Demi menyambutku..

Siapakah aku ini, Tuhan?
Hingga Kau relakan nyawa Mu,
Bagi penebusan hidupku..

Siapakah aku ini, Tuhan?
Manusia tidak memandang ku..
Namun, Kau memandang penuh kasih pada diriku..

Sungguh tak ternilai kasih Mu..
Melebihi permata paling mahal di dunia ini..
Sungguh indah kasih Mu, Allah ku..
Melebihi indahnya pelangi..

Dari segala yang luar biasa di bumi ini,
Kau tetaplah memilih seonggok debu,
Tak bernilai bagi lainnya..
Tapi sungguh berharga di mata Mu..

Terima kasih atas penerimaan Mu, Bapa..
Terima kasih atas anugrah yang Kau curahkan dalam hidup ini..
Sungguh ku bangga,
Memiliki Allah seperti Mu..


Monday, December 14, 2009

Past ..

Banyak hal bisa terjadi dalam kehidupan kita.. Hal-hal yang terjadi dan sudah lewat itulah yang menjadi masa lalu bagi setiap kita.. Aku, memiliki masa lalu ku sendiri.. Demikian pula dengan orang-orang sekitar ku.. Terkadang aku berpikir.. Aku berkeinginan.. Untuk mengembalikan kehidupan masa lalu ku lagi.. Masa dimana aku menghabiskan waktu bersama dengan anak-anak ku.. Masa dimana kami menyembah Tuhan bersama.. Masa dimana kami bercanda, bercerita satu dengan yang lainnya.. Aku sangat sangat sangat merindukan waktu-waktu itu.. Namun, rasa rindu itu senantiasa ku pendam.. Ku pendam hingga jauh terdampar di kedalaman hati ku..

Sampai tiba hari ini.. Semua terkuak.. Salah seorang anak ku, mengungkapkan ingin berkumpul bersama lagi dan berharap bisa seperti dulu.. Aku tidak langsung menyetujui nya.. tidak pula menolak.. Aku berpikir.. Kala ku berpikir, kerinduan itu perlahan muncul di permukaan.. Merobek segala fakta yang ada.. Dan kerinduan itu, hampir menguasai akal sehat dan juga perasaan ku.. Kalau aku mau mengikuti kerinduan ku.. Tentu aku akan menyetujui dengan diadakannya pertemuan ini.. Namun, bukankah dengan diadakannya pertemuan ini, akan mengembalikan setiap kami pada angan "andai seperti dulu" atau "andai seperti ini terus"? Dan akhirnya, setiap kami akan hidup di masa lalu.. Bukan kah seperti itu?? Atau kah pemikiran ku yang terlalu sempit??

Bapa, apa yang harus ku lakukan?? Aku mengasihi mereka.. Bahkan aku sangat mengasihi mereka.. Aku meu yang terbaik bagi mereka.. Dan aku (pribadi) sangat setuju dengan diadakannya reuni ini lagi.. Tapi aku jauh lebih tidak setuju jika reuni ini untuk menguak segala angan yang tak mampu kami capai.. T,T Hati ku hancur, Bapa.. Kala ku dengar anakku berharap akan benar-benar diadakannya reuni ini.. Apa yang harus ku lakukan?? Apa, Bapa??

Bukan ingin mengecewakan anak ku.. Namun hanya ingin ia mengetahui apa yang menjadi perasaan dan pemikiran ku.. Tapi sungguh, kalau aku boleh memilih, aku juga sangat menginginkan reuni ini.. Tapi apakah aku tidak terlalu egois untuk itu Bapa?? Karena aku tidak memikirkan dampak bagi anak-anak ku.. Bapa, beri aku hikmat lebih untuk mengatasi semua kemelut ini.. Beri aku kekuatan ekstra untuk mengerti apa yang menjadi kehendakMu dalam setiap kehidupan hubungan kami.. Bapa, sungguh.. Bukan yang menjadi angan ku yang terjadi.. Tapi biar apa yang menjadi kehendakMulah yang terlaksana.. I surrender all to U, my Mighty GOD!! Really cant do anything without U.. Just like a lil' girl, lost in a big jungle.. Just U are the One that really can help us to face this complex problem.. Love U always.. n Teach me (us) to obey U by walk in the right way!!



Saturday, December 12, 2009

Sorry ..

Today, natal gereja ku.. Tepat na Youth na.. Harmony X'mas, present by Dynamic Youth Community.. Hm, sukses?? Ya, karena 100% ku percaya ini adalah campur tangan Tuhan.. ^^ Thx God for this great event.. :)

Tapi di kala kebahagian, kesenangan.. Jauh di lubuk hati ku terdalam, tersimpan setitik penyesalan yang amat sangat.. T,T Penyesalan yang meninggalkan sebersit angan.. Andai waktu dapat di putar ulang.. DAD........... T,T

Ini (mungkin) hal terbodoh yang kulakukan.. Aku sungguh2 menyesal.. Sungguh ingin aku mengembalikan waktu sesaat sebelum natal di mulai.. Tapi ini hanyalah angan tak sampai.. T,T Penyesalan yang tak berujung.. :( Satu tindakan yang menghilang kan damai ku..

Yap.. Aku lupa menjemput adik ku untuk mengikuti natalan.. Hal yang bodoh!! Arrrggghhh!! Padahal ini adalah hari yang telah ku tunggu2 sekian lama.. Tapi karena lupa ku, semua nya kacau!! huffftttt...

DAD, U know my heart.. Aku sungguh2 menyesal.. Meski mengetahui, penyesalan itu tiada guna.. Ah, DAD.. What must i do?? padahal hari ini dia yang menawarkan diri untuk pergi.. Biasanya diajak selalu di tolak mentah2.. Huhuhuhu.. Aku sungguh2 teramat menyesal T,T

Sorry, DAD.. aku menelantarkan satu jiwa.. T,T Really sorry for that.. huhuhu.. But DAD, This is my promise.. Minggu depan dia akan datang.. huhuu... Please DAD.. Help my Family.. Heal them.. i love them so much!! Love U too, DAD T,T



Blog ini, blog yang simple.. Tapi pembuatan blog ini mempunyai tujuan.. Tujuan utama saya membuat blog ini adalah saya rindu memberkati banyak orang lewat pengalaman hidup saya, kata-kata bijak yang ada dan lain sebagainya.. Memberkati saudara-saudara seiman yang telah percaya kepada Yesus, dan semakin berdiri teguh dalam imannya.. Juga memberkati setiap mereka yang lainnya :) Saya rindu tulisan-tulisan dalam blog ini dapat menginspirasi orang banyak.. Blog ini dibuat sebagai langkah awal untuk menggapai mimpi saya, yaitu menjadi seorang penulis.. Harapan saya adalah semoga blog ini memberkati anda semua.. Namun terlebih dari semua itu, Saya rindu untuk membuat BAPA tersenyum atas semua yang saya lakukan :) Tuhan Yesus berkati.. SEMANGAT!!
Mengenai blog ini saya telah menjelaskan (sedikit) jelas di sini