Monday, August 31, 2009

What Would Jesus Do ??

Kalimat ini sering kita dengar ataupun kita baca.. Namun apakah kita menyadari betapa ’hidup’nya kalimat ini? What would Jesus do, if I’m in trouble? What would Jesus do, if i feel alone? What would Jesus do, if ...... ?? (Apa yang akan Yesus lakukan?) Dan apa yang akan Yesus lakukan ketika keluargaku berada di ambang kehancuran?


Setelah mengenal Yesus, sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadi, aku mulai belajar untuk mendoakan papa-mama dan adik-adik ku.. Aku-pun belajar untuk mengampuni mereka, yang dengan sengaja maupun tidak sengaja menyakitiku.. Perlahan namun pasti, perubahan mulai terlihat dalam keluarga ku.. Papa yang awalnya sangat otoriter, mulai merapkan pola asuh demokratis.. Mama yang awalnya hanya seperti ’pajangan’, mulai memperhatikan anak-anaknya.. Di rumah, yang sampai hari ini masih ku tinggali, mulai terasa kehangatan yang tidak pernah ada sebelumnya..


Aku berpikir, keadaan ini akan terus berlanjut hingga setiap bagian keluarga ku menerima Yesus dan dibangun mezbah keluarga di rumah ini.. Namun, mimpi ini seakan dipause sesaat.. Dan proses itu-pun berlangsung.. Aku sempat frustasi bahkan tidak percaya kalau Yesus akan melakukan sesuatu terhadap keluargaku.. Aku masih ingat, saat itu ......


Aku dan beberapa teman gereja, sedang berada di depan rumah salah seorang temanku.. Saat itu, kami sedang merencanakan untuk pergi makan bersama.. Sambil menunggu beberapa teman lagi untuk datang, kami-pun berbincang-bincang.. Saat berbincang, ponsel-ku berdering.. Muncul tulisan ”My Luphly Mum” di layar ponsel ku.. Sempat bingung, karena tidak biasanya mamaku menelpon pada sore hari (selalu malam hari, mamaku saat itu sedang berada di luar kota bersama dengan papaku).. Aku-pun mengangkat dan menjawab telepon tersebut.. Tiada balasan, di ponsel-ku hanya terdengar suara tangis.. Untuk memperjelas pendengaran ku, aku-pun ’menyingkir’ dari kumpulan teman-teman ku.. Dan benar saja, suara tangis itu semakin jelas.. Aku yang bingung, bertanya pada mamaku ”ada apa, ma?”


Masih belum ada jawaban, tangisan itu terdengar semakin kencang dan jelas.. Aku semakin dibuat bingung oleh mama ku.. Aku-pun hanya dapat terdiam.. Dan aku ingat, aku berdoa dalam hati saat itu.. Berdoa untuk segala sesuatu yang terbaik, meski jujur saja hati ini sangat tidak tenang.. Sambil menunggu mamaku meredakan tangisnya, aku tetap bertanya dengan lembut.. Hingga beberapa saat kemudian mama menjawab, ”Mama ga akan pulang ke Jakarta lagi”.. Saat itu, bagai ada guntur yang melintasi kepala dan sekujur tubuhku.. Aku terdiam dan begitu kaget.. Suara tangis yang semakin mengencang itu menyadarkanku.. ”Maksud mama?” aku bertanya pada mamaku.. Kalimat yang sama yang diulangi oleh mamaku, bahwa mama tidak akan pulang ke Jakarta lagi.. Bertanya kenapa, mama tidak menjawab.. Aku-pun tidak bertanya kenapa lagi.. ”Memang mama mau kemana?” tanyaku.. Mama ku hanya menjawab ”Ke tempat tidak ada papamu”..


What??!! Aku sangat terkejut mendengar perkataan mama ini.. Apa yang telah terjadi?? ”O, DAD.. Help my family, please”.. Doa singkat-pun ku panjatkan.. Seperti tanpa peduli pada kalimat mama yang mengejutkan aku ini, aku bertanya pada mama, “Mama ada dimana?” “Di jalan”.. Jawaban yang terlalu singkat.. Baru ingin bertanya lagi, mama langsung berkata, “Mama cuma mau bilang itu saja.. Jaga adik-adik mu ya dan jaga diri”.. Telepon-pun ditutup.. Masih shock dengan pembicaraan ini, air mata-pun tak terbendung lagi.. Aku menangis di tepi jalan.. Ditengah keterkejutan ku, aku menelpon papa ku untuk bertanya apa yang terjadi.. Papa hanya menjawab, ”Kamu tenang, ga ada apa-apa kok”.. Belum sempat membalas perkataan papa, telepon juga segera di tutup.. Kembali aku menelepon mama dan papa ku secara bergantian.. Tidak ada satu-pun yang mengangkat teleponku.. Aku semakin kacau.. Namun, aku tetap berdoa pada-Nya..


Hingga beberapa orang teman ku menghampiriku.. Bercerita sedikit apa yang kualami barusan, mereka-pun mendoakan ku.. (Aku bersyukur memiliki keluarga rohani yang memberi kekuatan dan dukungan disaat-saat tak terduga seperti ini).. Yang awalnya berencana pergi makan bersama, aku membatalkannya.. Aku memilih untuk pulang ke rumah, dengan harapan mungkin papa atau mama akan telepon ke rumah.. Ternyata, yang ditunggu-tunggu tidak kunjung menelpon.. Aku bertanya pada adik ku, apakah mama-papa menghubungi mereka? Ternyata tidak juga.. Aku semakin khawatir.. Tetap berdoa, agar Tuhan menjaga papa-mama ku.. Juga tetap berusaha menghubungi papa dan mama ku, meski tetap tid

ak diangkat.. Hingga aku merasa lelah untuk menangis dan menelpon, aku-pun tertidur..


Keesokkan harinya, sekitar pukul 5 pagi, mama menelpon ku.. Dengan suara yang sedikit serak.. Mungkin setelah menangis sekian lama.. Aku langsung bertanya pada mama, ”Mama ada dimana dan lagi apa?”.. Mama ku menjawab, ”Lagi di hotel.. Mama ga apa-apa”.. Singkat cerita, mama mengungkapkan bahwa papa ku memiliki wanita lain.. PLAK!! Bagai tertampar rasanya.. Papa yang kubangga-banggakan.. Papa yang sangat kusayangi.. Papa yang ......... Arrrgghhhh!! Apa mungkin?? Tidak, aku berharap dan aku percaya itu tidak mungkin.. Tapi semua pengharapan dan kepercayaan itu seakan sia-sia..


Mama menceritakan dengan jelas dan kembali mama menangis.. Hingga mama mengungkapkan ingin bercerai dari papa, dan akan melanjutkan hidup sendiri.. Lalu telepon-pun kembali ditutup.. Aku tidak berusaha menelpon mama maupun papa lagi.. Aku sangat terpukul dan sangat tidak percaya.. Apa mungkin papa melakukan hal tersebut? Saat itu, aku kembali duduk di atas ranjang ku.. Bertanya, kenapa Bapa?? Kenapa keluarga ku?? Di mana Bapa saat ini? Taukah Bapa, aku membutuhkan-Mu saat ini?? Bapa, lakukan-lah sesuatu untuk keluargaku.. Perlihatkanlah mukjizat-Mu.. Namun, semua itu hanya pertanyaan kosong, tanpa ada yang menjawab.. Aku merasa sendirian, aku ditinggalkan, bahkan tidak diinginkan oleh keluargaku sendiri dan juga oleh Bapaku (??)

Aku menangis, menangis dan menangis.. Sambil menangis ku ’jelajah’ kamar ku untuk mencari tissue.. Bukan tissue yang kutemukan, tapi tempelan ”What would Jesus do?”.. Kuurungkan niat ku mencari tissue.. Ku tatap tempelan itu dan bertanya, “Apa yang akan Bapa lakukan ketika keluarga ku seperti ini, diambang kehancuran?” Semakin kucari jawabannya, semakin tidak kutemukan.. Apakah Bapa tidak akan melakukan suatu hal?? Apakah Bapa akan membiarkan keluargaku hancur begitu saja?? Tolong, tolong aku… Tolong keluargaku.. Tolooonnggg… T,T


Semua terasa semakin buntu, sampai ku putuskan untuk bertanya mengenai kebenarannya pada papa ku.. Aku menelpon papa ku dan bertanya sejelas-jelasnya pada papa.. Papa hanya mengungkapkan, ”Ga ada apa-apa, percaya sama papa”.. Mendengar hal ini, bukan membangkitkan kepercayaan dan semangatku, malah semakin membuatku bingung.. Belum selesai berbicara, papa kembali memutuskan pembicaraan.. Aku semakin bingung..


Bapa, mengapa Bapa tidak membantu ku?? Mengapa Bapa seakan membiarkanku berjalan seorang diri?? Bapa, aku butuh tuntunan-Mu.. Dalam doa aku kembali menangis.. Memanjatkan segala pengharapan yang tersisa bagi keluargaku.. Berharap bahwa badai ini akan segera berlalu dan mulai terlihat secercah pelangi.. Harapan demi harapan, kunaikkan pada-Nya.. Mempercayai bahwa aku dan keluargaku memiliki kasih karunia Allah.. Aku-pun dengan penuh keberanian meminta waktu dari Bapa untuk berbicara kepada papa dan mama ku.. Meminta hikmat ekstra untuk menyatukan mereka lagi.. Jujur saja, kepercayaan diri ku seakan sirna.. Tapi, aku tetap berdoa dan meminta tuntunan-Nya..


Bapa-pun menjawab permintaanku.. Pada siang harinya, mama ku menghubungiku kembali.. Suaranya terdengar lebih tenang.. Dan aku-pun mulai menasehati mama, dengan segenap keberanian yang ada.. Aku memiliki rasa takut saat aku menasehati mama.. Aku takut, jika kata-kata ku salah dan menyinggung mama sehingga mengakibatkan mama tidak menelpon ku lagi..Karena saat itu dari kami tiga-bersaudara, hanya aku yang dihubungi oleh mama dan papa..


Kata demi kata terucap.. Tiada satu kata-pun yang ditanggapi maupun disanggah.. Dalam pikiran ku berkecamuk antara mama menerima setiap perkataan ku atau justru menolaknya.. Namun, aku belajar untuk berpikir positif.. Aku percaya Bapa yang menyertaiku saat aku berbicara pada mama kala itu.. Aku memberanikan diri menasehati mama menggunakan setiap pengalamanku bersama Yesus.. Berkata bahwa segala sesuatu pasti memiliki makna di balik semua peristiwa yang terjadi.. Mama tidak sendirian, ada aku dan adik-adik ku, terutama ada Yesus yang tidak pernah meninggalkan mama.. Mama harus berpikir jernih, belajar memaafkan papa dan lain sebagainya..


Hingga akhir pembicaraan, mama hanya menutupnya dengan ”Mama akan coba pikirin lagi”.. Telepon-pun ditutup.. Kali ini, berbeda dengan yang sebelumnya.. Saat telepon ditutup, aku memiliki keyakinan bahwa saat ini Bapa sedang bekerja dalam keluargaku.. Bapa sedang membenahi segala sesuatunya.. Selang beberapa jam, papa menelponku dan mengakui serta meminta maaf.. Saat mendengarnya, serasa aku tidak ingin mempercayainya.. Namun, aku disadarkan oleh satu hal.. Tidak mudah untuk mengakui bahkan untuk meminta maaf atas kesalahan besar yang pernah dilakukan.. Apalagi yang melakukannya adalah papa ku.. Papa yang kukenal tidak mau disalahkan.. Namun, lewat kejadian ini papa seakan maju selangkah.. Aku-pun mengambil keputusan untuk memaafkan papa ku.. Dan aku bertekad untuk menyatukan kembali papa-mama ku.. Tidak akan pernah kurelakan keluargaku hancur berantakan, dengan alasan apa-pun..


Yah, ”What would Jesus do??” Akhirnya pertanyaan ini terjawab.. Tentu, IA akan melakukan sesuatu.. Melakukan suatu hal yang diluar jangkauan pikiran bahkan keinginan ku.. Saat aku belajar percaya dan berserah penuh pada-Nya, IA sedang bekerja untuk kebaikkan bagi aku dan seisi keluargaku.. Dengan cara-Nya, dengan pemikiran-Nya, dengan kuasa-Nya IA mampu melakukan segala sesuatu yang luar biasa.. Kini kupercaya, Allah pasti akan melakukan sesuatu bagi ku dan keluargaku, juga bagi setiap kita.. Meski terkadang segala sesuatu yang Allah lakukan terkesan lambat ataupun tidak sesuai dengan pengharapan kita.. Namun segala sesuatu IA jadikan indah pada waktunya.. Bahkan Firman-Nya mengatakan,


TUHAN menetapkan langkah-langkah orang yang hidupnya berkenan kepada-Nya; apabila ia jatuh, tidaklah sampai tergeletak, sebab TUHAN menopang tangannya.

Mazmur 37 : 23-24


Temans, apa yang menjadi pergumulan mu hari-hari ini? Apa yang menyusahkan hati mu? Belajarlah berserah pada Yesus.. Karena dalam Yesus terdapat ketenangan dan jawaban.. Serta satu hal yang sangat pasti, Yesus akan melakukan sesuatu, saat kita percaya dan berserah pada-Nya.. So, What would Jesus Do? :D

Stay Blessed

NB : Tulisan ini diikutsertakan dalam

Writing Competition CIBFest 2009



5 comments:

Deddy Irawan said...

Cerita yg menarik, saya sendiri dari single Family.
Broken home tapi kami selalu menyandarkan pengharapan kami kepada Yesus.
Dan, Dia tidak pernah mengecewakan keluarga kami, Dialah Tuhan segala Tuhan.

Amien

rennylesa said...

ketika sy membaca kesaksian kamu, sy tanya diri sy. Kalau sy di situasi kamu, apa yg akan sy lakukan?

tapi sy percaya itulah kekuatan dan pengharapan yg Tuhan berikan kepada kita semua. Spt yang dikatakan dlm Ibrani 6:19. Apa pun badai yg melanda kalau kita bersandarkan kepada Kritus pasti ada pengharapan dan ada sinar baru yang menanti kita.

Sy doakan kamu terus kuat dan terus menjadi berkat buat family kamu.

God Bless.

^^ CaCa ^^ said...

@ Deddy : hm, yup.. km bener.. saat kita berharap pada Tuhan.. IA yang beri kekuatan pada kita ^^

@ Renny : Amin.. Thx alot Ren..

SEMANGAT terus ya^^
Jbu

ravimalekinth said...

Apabila bercermin ke diri saya sendiri, hal itu adalah pergumulan yang sangat berat ya.

Saya pribadi, kalo ortu sampai konflik, walau sedikit saja..gimana yah rasanya? Sangat ngga enak bagi saya sendiri.

Apalagi kalo sampai ortu konflik besar (sudah terjadi 2-3 kali seingat saya)... rasanya, sangat ngga enak. Mungkin bisa saya bilang, rasa yang paling tidak enak dalam hidup. Di saat kondisi itu, sejujurnya Tuhan pun ngga terlintas di pikiran saya.

Apalagi yang dialami Caca..keluarga yang sangat hangat, eh tiba-tiba ada orang ketiga dalam pernikahan.

Caca, kalo aQ ada di posisimu, jujur saja aQ mungkin sudah KO. aQ memang sulit mengendalikan diri, hati, dan pikiran, apabila keluarga lagi konflik.

Tapi level tiap orang-orang berbeda. Tuhan izinkan ini terjadi, pasti karena Tuhan tahu persis level Caca di mana. Ampunilah papa ya. Tapi jangan pernah ampuni iblis. Terus aktif berperang rohani melawan dia. Iblis memang sangat benci manusia, sehingga dia mencoba segala cara untuk merusak kita, termasuk dari keluarga.

GBU

^^ CaCa ^^ said...

@ Ravi : hm, segala sesuatu pasti bisa kita hadapi saat kita mengandalkan Dia :) SEMANGAT ya..
Have a grace day for u :D Be blessed

Blog ini, blog yang simple.. Tapi pembuatan blog ini mempunyai tujuan.. Tujuan utama saya membuat blog ini adalah saya rindu memberkati banyak orang lewat pengalaman hidup saya, kata-kata bijak yang ada dan lain sebagainya.. Memberkati saudara-saudara seiman yang telah percaya kepada Yesus, dan semakin berdiri teguh dalam imannya.. Juga memberkati setiap mereka yang lainnya :) Saya rindu tulisan-tulisan dalam blog ini dapat menginspirasi orang banyak.. Blog ini dibuat sebagai langkah awal untuk menggapai mimpi saya, yaitu menjadi seorang penulis.. Harapan saya adalah semoga blog ini memberkati anda semua.. Namun terlebih dari semua itu, Saya rindu untuk membuat BAPA tersenyum atas semua yang saya lakukan :) Tuhan Yesus berkati.. SEMANGAT!!
Mengenai blog ini saya telah menjelaskan (sedikit) jelas di sini